Peluang Teddy Jadi Cawapres Prabowo Menguat, Gibran atau AHY Bisa Tersingkir

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Pengamat politik Arifki Chaniago menyebut Seskab Teddy Indra Wijaya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menlu Sugiono bisa menjadi sosok alternatif mendafi Cawapres 2029, mendampingi Prabowo Subianto.

"Sosok alternatif seperti Teddy, Purbaya, dan Sugiono bisa saja bakal membuat perebutan kursi Cawapres 2029 menjadi panas," kata Arifki melalui layanan pesan, Senin (16/2).

BACA JUGA: Pakar: Seskab Teddy Berperan Besar Menjaga Persepsi Publik terhadap Pemerintah

Dia menilai bursa Cawapres 2029 pendamping Prabowo tak hanya berkutat ke sosok seperti Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

"Persaingan posisi cawapres tak hanya antara Gibran dengan AHY, Cak Imin, Zulhas, Pramono," kata Arifki.

BACA JUGA: Seskab Teddy Tameng Presiden, Pasang Badan demi Wajah Pemerintahan

Menurut dia, Prabowo punya sejarah memilih orang dekat menjadi cawapres, seperti terjadi pada Pilpres 2019.

Menurutnya, Prabowo ketika itu memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres yang keduanya berada dalam satu partai.

"Prabowo bisa saja memilih orang terdekatnya, karena tidak ditemukannya figur yang diterima semua pihak," ujar Arifki. 

Dia mengatakan rekam jejak 2019 membuat Teddy diuntungkan memperebutkan kursi Cawapres 2029 pendamping Prabowo.

"Teddy tentu diuntungkan karena posisinya sebagai Sekretaris Kabinet," ujarnya.

Namun, kata Arifki, jalan Teddy menjadi cawapres pendamping Prabowo pada 2029 tak mudah. Sebab, Prabowo yang juga Ketum Gerindra itu harus punya elektabilitas setidaknya 80 persen menjelang pertarungan politik.

"Jalan itu enggak mudah bagi Prabowo, karena harus menjaga elektabilitas di atas 80 persen sampai pemilu, jika ingin tak berkeringat memilih orang terdekat," ujarnya.

Arifki pun mengatakan, Prabowo juga perlu waspada dengan narasi partai jika mau memilih orang dekat sebagai cawapres pada 2029.

"Presidential Threshold (PT) nol persen membuat partai lain bisa saja punya narasi sendiri jika tidak menjadi cawapres. Saya rasa PS juga harus hati-hati soal ini," katanya. (ast/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rencana Diperbaiki Usai Imlek, tapi Tembok Samping SMPN 182 Keburu Roboh
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Eks Kapolres Bima AKBP Didik Berpotensi Dibui Seumur Hidup karena Narkoba
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Magnus Carlsen tak tertandingi di FIDE Freestyle World Championship
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Mengenal Ilias Alhaft, Winger Bangkok United Keturunan Solo yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Jember dan DPUBM Jatim Petakan Infrastruktur Rusak Pasca Banjir 
• 8 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.