Tembok Pembatas di Kalibata Roboh, Polisi Selidiki Kemungkinan Kelalaian

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Tembok pembatas setinggi 5,3 meter dengan panjang sekitar 64 meter roboh menimpa area SMP Negeri 182 Jakarta di Kalibata, Jakarta Selatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polisi terus menyelidiki insiden ini termasuk kemungkinan adanya kelalaian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, tembok itu roboh pada Minggu (15/2/2026) siang. Robohnya tembok juga terekam dari kamera pengawas (CCTV) sekolah.

Dari hasil penyelidikan sementara, menurut Isnawa, tembok itu roboh akibat kondisi tanah yang labil. Tanah yang menjadi dasar pembangunan tembok adalah tanah timbunan.

Isnawa mengatakan, sebenarnya sekolah sudah mengingatkan pemilik rumah JA untuk memperbaiki tembok yang sudah terlihat miring. "Pada Desember 2025, pihak sekolah sudah bersurat tentang tembok yang miring kepada pemilik  rumah. Pemilik rumah pun berjanji  akan memperbaikinya setelah perayaan imlek," katanya.

Namun sebelum janji itu terlaksana, tembok itu sudah terlanjur roboh. Dari hasil pertemuan antara pihak sekolah, pemilik rumah dan pihak terkait, pemilik rumah berjanji akan menanggung semua biaya perbaikan akibat tembok yang roboh seperti pagar dan ruang tamu SMP Negeri 182 Jakarta.

Baca JugaTembok Ambruk Saat Hujan Deras, Pasangan Suami Istri di Bandar Lampung Tewas 

Tak hanya itu, langkah darurat juga langsung dilakukan. Puing-puing yang menutup aliran sungai dikeruk agar tidak memicu banjir bagi warga sekitar.

"Pada pukul 15.30 WIB mesin pengeruk sudah berada di lokasi melakukan pembersihan bersama petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) Kelurahan Kalibata," ujar Isnawa.

Kepala Polsek Pancoran Komisaris Mansur mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab rubuhnya tembok. "Apakah pihak pemilik rumah tidak tahu dari awal mengenai adanya tanda-tanda (tembok roboh). Kalau tahu seharusnya sudah diberi penyangga atau segera diperbaiki," ujarnya.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap peristiwa ini harus terus dikawal lantaran ini adalah fasilitas umum. "Tujuannya agar tidak terulang lagi. Semua pihak tentu harus lebih berhati-hati," ucap Mansur.

Peristiwa berulang

Kasus tembok roboh tidak hanya terjadi sekali ini. Pada Senin (21/1/2024), tembok di  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.128.04 yang terletak di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, roboh dan menimpa beberapa orang. Akibatnya, tiga orang yang merupakan satu keluarga tewas tertimpa reruntuhan tembok.

Ketiga orang yang tewas itu adalah Samidi Irianto (80), Thio Sumio (70), dan Ami Kusuma Dewi (35). Adapun korban selamat adalah Muhammad Febian (8). Di balik tembok itu, Thio biasanya berjualan gado-gado.

Baca JugaTembok SPBU Roboh di Tebet Rapuh sejak Lama, Tiga Orang Tewas

Ketiga korban tewas dibawa ke RS Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi luar, sedangkan korban luka, M Febian, dibawa ke RS Tebet untuk dirawat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspor Tekstil Dibidik Tinggi, Buka Pasar Baru Saja Tidak Cukup
• 23 jam lalukompas.id
thumb
11 Inspirasi Ucapan Menyambut Ramadhan 2026 Penuh Makna, Cocok untuk Postingan Medsos dan Dikirim ke Grup WA
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ujian Hafalan Al Quran Jelang Bulan Ramadan
• 1 menit lalukompas.tv
thumb
Diduga Rem Blong, Pengemudi Tabrak 4 Kendaraan-Pejalan Kaki di Bandung
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Akan Buatkan Buku Budaya Betawi sebagai Pegangan Generasi Mendatang
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.