Tahun Kuda Api 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode paling dinamis bagi dunia usaha di bidang teknologi dan pasar keuangan. Energi api yang berlapis, datang dari unsur shio kuda dan elemen yang menyertai tahun ini yaitu api. Ini mendorong percepatan, ekspansi, sekaligus volatilitas tinggi. Gambaran ini sejalan antara pandangan pakar fengshui dan riset pasar berbasis lima elemen.
Pakar Fengshui Master Xiangyi menjelaskan, elemen api yang besar di Tahun Kuda Api tidak hanya terasa pada emosi dan pengambilan keputusan manusia yang cenderung terburu-buru, tetapi juga pada naik-turunnya kinerja sektor bisnis.
Pola ini menuntut kehati-hatian, khususnya bagi investor. “Bagi yang sudah ahli, kondisi bergejolak justru membuka peluang. Namun bagi investor awam, sebaiknya jangan terbawa FOMO (Fear of Missing Out/takut ketinggalan). Amati dulu, jangan all out, dan sisakan langkah cadangan,” tuturnya saat dihubungi Jumat (13/2/2026).
Master Xiangyi menerangkan, pola waktu tahun Kuda Api juga khas. Energi akan terkumpul di awal tahun, meningkat tajam pada bulan-bulan pertama, lalu mencapai puncak di pertengahan tahun yang berpotensi memicu “ledakan” besar—baik dalam bentuk lonjakan pasar, koreksi tajam, maupun peristiwa yang mengejutkan. Setelah itu, energi perlahan mendingin dan memasuki fase stabil menjelang akhir tahun.
Jika dibedah berdasarkan elemennya, elemen Tahun Kuda Api akan memberi efek yang berbeda-beda pada elemen lainnya. Dalam hal bisnis, usaha yang berelemen api diperkirakan menjadi pemenang utama. Teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), energi, telekomunikasi, media, seni, dan industri kreatif dinilai akan berkembang cepat dan ekspansif.
“Perkembangan AI yang sangat cepat saat ini merupakan cerminan kuat energi api. Tahun 2026 lajunya akan semakin kencang, bahkan memunculkan kekhawatiran baru soal pergeseran tenaga kerja manusia,” ujarnya.
Elemen logam juga mendapat momentum karena berfungsi sebagai penyeimbang api. Sektor keuangan, mesin, baja, konstruksi, pertahanan, dan hukum diperkirakan mengalami aktivitas tinggi, meski diiringi volatilitas tinggi.
Elemen kayu, yang mendukung api, juga kut berkembang. Bisnis berelemen kayu mencakup furnitur, tekstil, fesyen, kerajinan, kertas, serta industri kesehatan dan farmasi. Sebaliknya, elemen tanah seperti properti dan real estat bergerak lebih lambat.
Sementara, bisnis elemen air yang berkaitan dengan pariwisata, transportasi berbasis rutinitas, dan aktivitas mekanis cenderung melemah ringan.
Pembacaan feng shui tersebut juga beresonansi kuat dalam riset Grup pialang dan investasi terkemuka di Asia, CLSA, melalui Feng Shui Index 2026. CLSA menilai elemen logam berada dalam kondisi terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir, berkat “momen peleburan” yang dibawa api.
Industri yang melibatkan mesin, baja konstruksi, dan manufaktur berat diperkirakan tampil solid. Selain itu, inovasi produk keuangan juga diproyeksikan berkembang, seiring tingginya volatilitas pasar yang membuka ruang kreasi instrumen baru.
Bahkan sektor hukum dan persenjataan, yang jarang disorot, dinilai mendapat dukungan kuat dari konfigurasi unsur dan bintang tahunan ini.
Tambahan elemen kayu membuat api “tersulut optimal”. Usaha di bidang energi, komunikasi, perhiasan, kacamata, dan produk pencahayaan diperkirakan mencatat kenaikan permintaan hampir sepanjang tahun. Namun, bisnis tersebut diwarnai potensi tekanan pada dua bulan terakhir ketika elemen air menguat.
Untuk elemen kayu, CLSA menyebut 2026 sebagai tahun terbaik, terutama pada musim semi dan panas. Pertanian, pendidikan, furnitur, tanaman, dan obat-obatan mendapat dukungan kuat, dengan potensi pemulihan kembali di akhir tahun seiring masuknya elemen air yang mendukung kayu.
Sebaliknya, elemen tanah hanya memiliki satu periode kuat, yaitu di musim gugur, antara Oktober dan November 2026. Properti dan real estat dinilai kurang mendapat sokongan, meski material infrastruktur seperti pasir dan semen relatif lebih prospektif.
Elemen air juga dinilai menjadi yang terlemah sepanjang tahun, sehingga industri pelayaran, pariwisata, perdagangan barang kecil, serta perikanan dan akuakultur diperkirakan menghadapi tantangan berat.
Dilihat dari kacamata fundamental ekonomi Indonesia, Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai prospek 2026 relatif konstruktif.
Pertumbuhan ekonomi 2025 yang mendekati 5,4 persen dinilai menjadi fondasi positif, terutama karena konsumsi rumah tangga mulai membaik. Ia mencatat, pemerintah sendiri optimistis pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 dapat mencapai 5,6 persen, sementara estimasi yang lebih konservatif berada di kisaran 5,3–5,4 persen.
“Kami berharap 2026 bisa lebih baik dari 2025, khususnya di triwulan I-2026. Ada akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan faktor musiman Ramadan serta Lebaran yang berpotensi mengakumulasi pertumbuhan konsumsi,” ujar Rully di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, anggaran MBG yang sudah berjalan sejak Januar, sekitar Rp16 triliun, akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Program ini diperkirakan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama bagi sektor pangan dan agrikultur.
Dengan ini, Rully menilai, kinerja bisnis produk konsumen, khususnya non-siklikal, yang tidak terpengaruh musim dan siklus ekonomi, berpeluang mencatat kinerja positif. Permintaan pangan meningkat seiring produksi telur, beras, ayam, dan daging ayam untuk mendukung MBG.
Selain itu, proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Sumatera, November 2025 lalu, juga dinilai berpotensi menambah dorongan ekonomi. Bisnis di sektor manufaktur juga diperkirakan menguat, didorong program hilirisasi dan peningkatan kapasitas industri.
Sektor transportasi dinilai tetap stabil dengan mobilitas tinggi pada triwulan I akibat efek musim lebaran dan triwulan II yang didorong momentum Idul Adha, lalu kembali meningkat di triwulan IV.
Pertambangan diperkirakan membaik terbatas setelah kinerja lemah tahun sebelumnya, sementara konstruksi dinilai lebih prospektif. Permintaan jasa informasi dan komunikasi digital juga diprediksi tetap tinggi, melanjutkan tren 2025.
Jika dirangkum, ketiga perspektif tersebut menunjukkan benang merah yang jelas. Tahun Kuda Api 2026 menawarkan momentum besar bagi sektor teknologi, komunikasi digital, konsumsi, pertanian, manufaktur, dan keuangan. Namun, karakter tahun yang cepat berubah dan bergejolak menuntut kehati-hatian ekstra.
Bagi pelaku usaha dan investor, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan membaca momentum, yaitu agresif namun terukur di awal tahun, waspada terhadap potensi ledakan di pertengahan, dan bersiap memetik stabilitas di akhir tahun. Dengan strategi adaptif dan manajemen risiko yang disiplin, Tahun Kuda Api 2026 bisa menjadi tahun peluang, bukan sekadar tahun gejolak.





