GenPI.co - Korea Selatan sedang mengalami kekurangan tenaga medis. Hal ini mendorong pemerintah untuk menambah kuota mahasiswa kedokteran.
Dilansir AP News, Minggu (15/2), keputusan ini diumumkan setelah pemerintah berhasil meredakan pemogokan panjang para dokter.
Korea Selatan sempat mengalami gangguan layanan kesehatan ketika ribuan calon dokter meninggalkan rumah sakit pada 2024.
Menteri Kesehatan Korea Selatan Jeong Eun Kyeong mengatakan kuota penerimaan mahasiswa kedokteran tahunan akan naik dari 3.058 menjadi 3.548 pada 2027.
Peningkatan tersebut akan berlanjut secara bertahap hingga mencapai 3.871 pada 2031.
Rata-rata kuota akan bertambah 668 mahasiswa per tahun.
Semua mahasiswa tambahan bakal ditempatkan melalui program dokter regional.
Hal itu bertujuan menambah tenaga medis di kota-kota kecil dan daerah pelosok yang paling terdampak tekanan demografis.
Kuota per sekolah kedokteran akan diumumkan pada April.
"Kita semua ingat kesulitan yang dialami masyarakat dan tenaga medis akibat konflik mengenai skala pelatihan dokter," kata Jeoung.
Pemerintah berjanji akan bekerja sama dengan para ahli untuk mengembangkan dan menerapkan langkah-langkah bertanggung jawab guna memperkuat layanan kesehatan.
Namun, Presiden Asosiasi Dokter Korea Kim Taek-woo memperingatkan bahwa kenaikan kuota bisa membebani sekolah kedokteran, terutama dengan kembalinya mahasiswa dari mogok kerja atau wajib militer.
Kim menyebut pemerintah harus bertanggung jawab penuh atas semua kekacauan yang muncul di sektor medis. (*)
Video heboh hari ini:





