Usai Resepsi Pernikahan, Polisi Jemput Bos Travel Kendari! Diduga Telantarkan 29 Jemaah Umrah di Tanah Suci

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, KENDARI – Seorang bos travel di Kendari bermasalah dengan hukum. Pria berinisial AK (28) harus mengakhiri momen bahagianya di tangan pihak berwajib. Nama perusahaannya PT Travelina Indonesia.

Tak lama setelah melangsungkan resepsi pernikahan, pria ini langsung dijemput polisi. Dia diduga terlibat dalam kasus penelantaran 29 jemaah umrah di Tanah Suci.

Proses pengamanan AK berlangsung di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara pada Minggu malam (15/2/2026). Tim Satreskrim Polresta Kendari bergerak cepat menjemput tersangka. Namanya memang sudah masuk dalam radar pencarian setelah laporan resmi dari para jemaah mencuat.

Suasana pesta pernikahan yang baru saja selesai pun berubah tegang. Warga sekitar dibuat geger saat aparat membawa sang mempelai pria untuk menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian.

Kasus ini mulai meledak ke publik setelah sebanyak 29 jemaah umrah asal Sulawesi Tenggara telantar di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada Kamis (14/2/2026). Bukannya mendapatkan fasilitas hotel dan konsumsi sesuai janji paket, para jemaah justru dibiarkan tanpa kepastian setibanya di tanah suci.

Kondisi memprihatinkan ini pertama kali terdeteksi oleh rombongan mantan Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang kebetulan sedang berada di lokasi.

Beruntung, solidaritas warga Kendari yang bermukim di Arab Saudi bergerak cepat. Memberikan bantuan logistik dan tempat istirahat sementara bagi rombongan yang nasibnya terkatung-katung tersebut.

Masalah Muncul Sejak di Jakarta

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, bibit persoalan sebenarnya sudah terendus sejak rombongan masih berada di Jakarta.

Awalnya, ada 64 jemaah yang dijadwalkan terbang. Namun, terkendala masalah administrasi berupa keterlambatan visa yang mengakibatkan tiket pesawat hangus.

Dari total tersebut, rincian nasib jemaah adalah sebagai berikut:

29 Jemaah dan 1 Pembimbing: Diberangkatkan dengan tiket baru, namun berujung terlantar di Arab Saudi.

35 Jemaah: Terpaksa pulang ke Kendari dengan biaya pribadi tanpa kejelasan keberangkatan.

Polisi menduga kuat bahwa pihak PT Travelina Indonesia belum merampungkan pembayaran biaya akomodasi dan layanan selama di Arab Saudi. Sehingga jemaah ditolak oleh pihak penyedia layanan di sana.

Wamanews.di melansir bahwa pihak Satreskrim Polresta Kendari menegaskan saat ini AK tengah diperiksa secara mendalam. Penyidik sedang membedah unsur pidana penipuan serta penggelapan dana yang disetorkan oleh para jemaah.

Saat ini kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa ini. Termasuk menghitung total kerugian materiil para korban. Status hukum AK akan segera diputuskan setelah pemeriksaan awal selesai. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Imlek Identik dengan Turunnya Hujan
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
PMI Sumut Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Tembok Roboh ke Halaman SMPN 182 Jakarta, Milik Bangunan Mangkrak di Samping Sekolah
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Alhajj Fried Chicken: Brand Lokal Resto Siap Saji Resmikan Outlet Pertama di Makassar, Lebih Dari Baik
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Purbaya Siap Terbang ke China Buat Negosiasi Utang Kereta Cepat
• 44 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.