Pentingnya Deteksi Dini Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Apakah buah hati Anda lahir dengan keluhan sesak napas, mudah lelah, atau warna kulit tampak agak kebiruan? Bisa jadi ini terkait dengan kelainan jantung bawaan. Deteksi dini sangat penting, karena penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu anak tumbuh lebih sehat dan aktif.

Dokter Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Pediatrik Dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Asmoko Resta Permana Sp.JP(K) FIHA, menjelaskan bahwa deteksi kelainan jantung bawaan pada anak melibatkan beberapa tahap pemeriksaan, namun ada beberapa langkah yang wajib dilakukan.

Deteksi dan Penanganan Kelainan Jantung Bawaan pada Anak

-Pemeriksaan fisik

Langkah pertama, dokter akan mengecek kondisi pasien secara langsung, termasuk saturasi oksigen, terutama pada bayi baru lahir. Pemeriksaan ini penting untuk menilai apakah jantung berfungsi dengan baik dalam memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

“Pemeriksaannya yang kita lakukan untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan bermacam-macam, tapi yang wajib selalu pemeriksa fisik,” ujar dr. Asmoko dalam acara skrining PJB gratis nasional bersama PERKI dan GE HealthCare di Jakarta Timur, Kamis (12/2).

-Echocardiography (ECG) atau USG jantung

Jika dari pemeriksaan fisik ada kecurigaan kelainan jantung, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan tambahan seperti rekam jantung (ECG) dan echocardiography atau USG jantung. Echocardiography menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur dan fungsi jantung.

“Aman ibu hamil pun dilakukan pemeriksaan dengan alat yang sama, tapi dengan agak beda sedikit bentuknya alat ujungnya. Prinsipnya sama gelombang suara aman,” ujarnya.

Untuk kasus yang lebih kompleks, ada pemeriksaan lanjutan seperti kateterisasi jantung, di mana kateter dimasukkan melalui pembuluh darah di kaki atau CT scan jantung dengan radiasi. Namun, metode ini hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan, misalnya pada kelainan jantung berat.

Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan bisa berupa pemberian obat untuk mengurangi gejala. Jika ada lubang atau kelainan struktural tertentu, beberapa kasus memungkinkan penutupan tanpa operasi besar, menggunakan metode kateter.

Alat yang dimasukkan menyerupai sedotan, lalu ketika mencapai lubang, alat tersebut dikembangkan seperti payung untuk menutupnya. Metode ini mirip pemasangan ring, namun luka yang ditimbulkan sangat kecil, hanya seperti bekas pemasangan infus di paha, sehingga jauh lebih aman dibandingkan operasi terbuka.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
20 Ucapan Selamat Menyambut Ramadhan 2026 Penuh Makna dan Doa
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Curi Kain Batik Tulis Rp 1,37 Miliar di JICC, Pelaku Berniat Menjualnya Lagi
• 31 menit lalukompas.com
thumb
17 Februari Hari Apa? Catat Libur Imlek hingga Awal Puasa 2026
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Menilik Daya Danantara Capai Target Prabowo, Return on Asset 7%
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Boikot Jepang, Turis China Pilih Liburan Imlek di Korea dan ASEAN
• 1 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.