Geger Penembakan di Rumah Anggota DPRD Jateng di Pekalongan, Bagaimana Kronologinya?

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Kabar penembakan di rumah pribadi salah satu anggota DPRD Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/2/2026) malam menggegerkan publik. Pelaku penembakan tersebut masih diburu polisi. Lalu, bagaimana kronologinya?

Sabtu malam, rumah Nur Fatwah, anggota Komisi A DPRD Jateng di Desa Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan kedatangan tamu. Suaminya, Amat Muzakhim (55) alias Boim menemui tamu tersebut di area aula tengah rumah tersebut.

Tamu pertama adalah teman Boim yang sehari-hari sering berkunjung. Sementara itu, tamu keduanya adalah Agus, Kepala Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Tak lama setelah Agus tiba, Boim meminta tolong kepada tamu pertamanya untuk membeli rokok.

Baca JugaPelajar yang Selamat dari Penembakan Polisi di Semarang Sebut Tak Ada Tawuran

Saat tengah mengobrol dengan Agus, tiba-tiba ada ”tamu tak diundang” datang. Dia pengendara sepeda motor matik yang masuk melalui pintu pagar yang kala itu sedang terbuka. Pengendara itu langsung memutar balik sepeda motornya setelah berada di jarak sekitar 10 meter dari Boim.

Dengan posisi mesin motor masih menyala, pengendara itu terlihat mengeluarkan sesuatu, kemudian membalikkan badannya. Setelah itu, dia mengarahkan sebuah benda yang mengeluarkan suara ledakan dan percikan api. Diduga, benda itu adalah senjata api. Setelah itu, dia pergi begitu saja.

"Arah tembakannya sebenarnya ke kami, tapi karena ada hentakan saat menembak itu jadi meleset. Artinya, kami masih dilindungi Tuhan," kata Boim saat dihubungi, Senin (16/2/2026).

 

Agus sempat hendak mengejar pelaku. Namun, Boim mencegah. Boim khawatir keselamatan mereka karena berhadapan dengan orang bersenjata api.

Boim dan Agus tidak menderita luka fisik akibat kejadian itu. Namun, Boim mengaku cemas. Ia merasa terancam dengan tindakan pelaku dan khawatir dengan keselamatan keluarganya.

Menurut Boim, ia tidak bisa mengenali pelaku yang kala itu memakai masker dan helm. Sepeda motor pelaku juga tak bisa diidentifikasi lantaran pelat nomor polisinya ditutup plastik putih.

Boim masih belum mengetahui motif di balik penembakan tersebut. Sebab, Boim merasa, baik dirinya maupun istrinya, yang merupakan legislator, tidak sedang punya masalah.

Sebelum kejadian, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang alat-alat konveksi itu merasa tidak melakukan kegiatan di luar kebiasaan. Lebih kurang sepekan terakhir, ia keluar rumah untuk menyalurkan bantuan kepada para korban terdampak banjir di Kecamatan Tirto dan Kecamatan Wonokerto.

"Di hari kejadian itu, posisi saya juga baru pulang dari acara bakti sosial, menyalurkan bantuan kepada korban banjir. Saya sampai rumah 20.30 WIB terus saya masuk rumah. Kemudian saya duduk di aula tengah itu, lalu tamu datang," ucapnya.

Akan tetapi, Boim curiga kejadian ini adanya keterkaitan antara aktivitas pendampingan yang dilakukannya kepada salah satu korban penculikan terhadap penembakan tersebut. Selama lebih kurang setahun terakhir, Boim ikut mengawal kasus penculikan terhadap seorang pedagang martabak di sekitar rumahnya.

Boim bercerita, pedagang martabak itu diculik orang tak dikenal pada Oktober 2024. Belakangan, pedagang tersebut dilepaskan karena ternyata korban salah tangkap.

Pedagang itu bercerita kepada Boim bahwa dirinya dikira sebagai salah satu orang yang terlibat dalam suatu penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat praktik politik uang.

Selama diculik, pedagang martabak itu mengaku dianiaya. Atas bantuan Boim, pedagang itu pun melaporkan kasus tersebut ke Polda Jateng. Hingga kini, satu orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

"Saya meyakini, ada kaitannya dengan (kasus) itu. Sampai sekarang baru satu yang ditetapkan sebagai tersangka, tapi kan sebenarnya tidak mungkin kejahatan seperti itu pelakunya cuma satu," ujar Boim.

Proyektil

Usai penembakan itu, Boim langsung menelpon polisi untuk melapor. Polisi kemudian datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dalam kejadian itu, polisi menemukan sebuah proyektil yang kemudian disita untuk diperiksa lebih lanjut oleh Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng.

Dihubungi terpisah, Kepala Polres Pekalongan Ajun Komisaris Besar Rachmad C Yusuf mengatakan, masih menunggu hasil pemeriksaan Bidlabfor terkait proyektil tersebut. Hasil pemeriksaan sementara, proyektil itu berbahan timah. Jenis senjata api yang digunakan pelaku juga belum diketahui.

Berdasarkan olah TKP dan video rekaman kamera pamantau atau CCTV, Rachmad menyebut, tembakan yang dilepaskan pelaku mengarah ke bagian dak atas teras di sekitar lokasi Boim dan Agus duduk. Kemudian, proyektil itu memantul ke bawah, tak jauh dari lokasi Boim dan Agus duduk.

Rachmad menyebut, pelaku penembakan masih belum ditangkap. Kendati demikian, sejumlah petunjuk, seperti rekaman CCTV di lokasi kejadian maupun di titik-titik yang mengarah ke lokasi kejadian sudah dikantongi. Data itu diharapkan bisa menjadi petunjuk dalam mengungkap pelaku penembakan tersebut.

"Jadi, dari hasil kesimpulan kami, pelaku ini mungkin sudah memetakan wilayah atau area di perumahan ini. Saat pelaku masuk itu memang pagar rumah dalam keadaan terbuka, jadi pelaku langsung masuk ke dalam, putar balik, melakukan penembakan dan langsung keluar," kata Rachmad.

Dugaan motif dari penembakan itu juga disebut Rachmad belum bisa dipastikan. Hal itu bakal terus didalami.

Hingga Senin, sembilan orang telah diperiksa sebagai saksi. Dari hasil penyelidikan sementara, ada satu diduga pelaku dalam peristiwa itu.

"Kami pantau memang masih satu orang pelaku. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya yang ikut bekerjasama. Tetap kami pastikan bahwa penyelidikan akan berjalan secara profesional dan transparan," ucap Rachmad.

Baca JugaJadi Otak Penembakan, Tentara di Semarang Empat Kali Berupaya Bunuh Istrinya

Rachmad tak memungkiri, kejadian itu menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk meredam keresahan warga sekitar dan memberikan perlindungan kepada korban, Polres Pekalongan menyiagakan personel di lokasi kejadian.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Kami bekerja maksimal untuk segera mengungkap pelaku teror penembakan ini," ujar Rachmad.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Lengkap One Way, Contra Flow & Ganjil-Genap saat Arus Mudik Lebaran 2026
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Truk Kontainer Timpa Mobil di Karawang, 3 Orang Tewas
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Ramadan Jadi Momentum Penguatan Karakter, Disdik Makassar Dorong Sekolah Perbanyak Kegiatan Religius
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 16 Februari 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Satpol PP Jakarta akan Tingkatkan Operasi Pengawasan Miras Selama Ramadhan
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.