Jakarta, VIVA – Pedagang daging sapi musiman meraup omzet hingga Rp30 juta berdagang di daerah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Pedagang itu menjajakan daging segar di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Taufik, salah seorang pedagang daging sapi musiman di Nagari Sungai Batang Kabupaten Agam, mengatakan sengaja datang dari Kota Bukittinggi ke Nagari Sungai Batang yang terdampak bencana hidrometeorologi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
"Untuk omzet dari penjualan daging sapi menjelang puasa ini mencapai Rp30 juta," kata dia dikutip Senin, 16 Februari 2026.
Satu kilogramnya daging sapi segar itu ia jual dengan harga Rp150 ribu. Umumnya daging itu dikonsumsi warga untuk kebutuhan makan sahur dan berbuka puasa di hari-hari pertama Ramadhan.
Khusus di Nagari Sungai Batang Kabupaten Agam, aktivitas jual beli daging sapi potong musiman itu sudah ia tekuni sejak 10 tahun terakhir. Dalam setahun biasanya ia hanya menjual dua kali yakni masing-masing tiga hari menjelang puasa dan Idul Fitri.
"Kalau hari-hari biasa saya juga menjual daging sapi tapi di daerah Kota Bukittinggi," ujar dia.
Taufik menyebut percepatan pemulihan lokasi terdampak bencana khususnya akses jalan dari Kota Bukittinggi menuju Kabupaten Agam via Kelok 44 sangat membantu pedagang maupun masyarakat.
Sebab, bencana yang terjadi di akhir 2025 berdampak pada terputusnya mobilitas warga dari Kota Bukittinggi ke Kabupaten Agam via Kelok 44 maupun sebaliknya. Kini, meskipun akses jalan belum sepenuhnya pulih namun warga sudah bisa melintasi jalan itu.
Sementara itu, Asri salah seorang pembeli asal Jorong (dusun) Bancah, Nagari Sungai Batang mengaku sangat terbantu dengan adanya pedagang daging sapi dari Kota Bukittinggi.
"Kalau tidak ada pedagang daging sapi yang berjualan di Nagari Sungai Batang, kami terpaksa belanja ke Lubuk Basung atau ke Bukittinggi, dan itu lumayan jauh sehingga menambah ongkos," kata dia. (Ant)





