Kiprah Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Tangani Bencana hingga Edukasi Kampus Diapresiasi

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sejak dilantik sebagai Kapolda Aceh pada 19 Agustus 2025, Irjen Marzuki Ali Basyah menempatkan kehadiran nyata aparat kepolisian di tengah masyarakat sebagai prioritas utama.

Penunjukan putra daerah Pidie itu memunculkan harapan baru untuk memperkuat hubungan institusi Polri dengan masyarakat Aceh.

BACA JUGA: Pernyataan Kapolda Aceh Soal Eks Anggota Brimob yang Jadi Tentara Bayaran di Rusia

Berbekal pengalaman di sejumlah posisi strategis, Marzuki membawa konsep Polda Meutuah dan Green Policing dalam kepemimpinannya.

Sejak awal menjabat, dia aktif melakukan kunjungan kerja dan patroli lapangan, tidak hanya menghadiri forum formal, tetapi juga meninjau langsung situasi keamanan, memantau arus lalu lintas, serta mendampingi kegiatan sosial masyarakat.

BACA JUGA: Haji Ramli MS: Ini Prestasi Luar Biasa dari Kapolda Aceh

Keterlibatan tersebut juga terlihat dalam penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Personel kepolisian membantu evakuasi warga, mengamankan distribusi logistik, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan terdampak.

BACA JUGA: Abu HM Daud Zamzami Meninggal Dunia, Kapolda Aceh Ikut Berbelasungkawa

“Sinergi adalah kunci utama dalam setiap upaya pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar seorang pejabat Polda Aceh yang menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan sukarelawan.

Apresiasi Ulama dan Penguatan Kearifan Lokal

Pendekatan humanis itu mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk. Faisal Ali.

Dia menilai kepemimpinan Kapolda Aceh selaras dengan nilai-nilai sosial keislaman yang menjadi karakter masyarakat Aceh.

“Pendekatan yang mengedepankan dialog, perlindungan masyarakat, serta kepedulian terhadap kondisi sosial merupakan cerminan kepemimpinan yang bijaksana. Kami melihat ada upaya membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat, ini penting untuk menjaga harmoni di Aceh,” kata Faisal Ali.

Dia juga mengusulkan agar pengenalan kearifan lokal dan keistimewaan Aceh diperkuat dalam pendidikan polisi baru di SPN Seulawah, termasuk melalui keterlibatan ulama dalam memberikan tausiah kepada calon anggota Polri.

Komunikasi Terbuka dan Peningkatan Kepercayaan Publik

Dalam upaya memperkuat kepercayaan publik, Polda Aceh memaksimalkan komunikasi terbuka melalui kanal digital dan media sosial untuk menyampaikan informasi serta imbauan kamtibmas.

Langkah ini dinilai efektif mencegah kekosongan informasi dan meminimalkan penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.

Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Ratnalia Indriasari menilai pola komunikasi yang terbuka dan responsif berkontribusi terhadap peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian.

"Berdasarkan pemantauan dan tren opini publik yang kami himpun, ada kecenderungan meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Aceh dalam beberapa bulan terakhir. Faktor kehadiran langsung pimpinan di lapangan dan transparansi informasi menjadi variabel yang cukup signifikan,” jelas Ratnalia.

Hasil monitoring media JSI juga menunjukkan bahwa kepemimpinan Marzuki dalam penanganan pascabencana dinilai memperkuat kedekatan emosional antara masyarakat dan kepolisian.

Selain itu, pembaruan pelayanan internal di lingkungan Polda Aceh turut dinilai membawa sejumlah perubahan positif.

Peran di Dunia Pendidikan dan Penguatan Generasi Muda

Di bidang pendidikan, Marzuki aktif menjadi narasumber dalam kuliah umum dan forum akademik di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Teuku Umar (UTU).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi hukum, mendorong riset, serta membangun kesadaran mahasiswa mengenai peran generasi muda dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah.

Komitmennya terhadap generasi muda kembali ditegaskan saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Mapolda Aceh, Selasa (28/10/2025).

Dalam amanatnya, dia menekankan peran strategis pemuda sebagai penentu arah masa depan bangsa, dengan karakter jujur, tangguh, dan berani di tengah dinamika global.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Dalam pelaksanaan tugas kepolisian, Marzuki menekankan keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan preventif-edukatif.

Penindakan terhadap peredaran narkotika dan tindak kriminal lainnya dilakukan beriringan dengan kampanye kesadaran hukum di masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan pandangan positif terhadap sinergi antara Pemerintah Aceh dan Polda Aceh.

Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam menjalankan program pembangunan daerah.

“Kami menyambut baik kolaborasi yang semakin solid antara Pemerintah Aceh dan Polda Aceh. Keamanan yang kondusif menjadi prasyarat penting bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini harus terus kita jaga,” ujar Muzakir.

Menutup tahun pertama masa jabatan, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati keamanan lokal menilai kepemimpinan Marzuki Ali Basyah mampu menumbuhkan kepercayaan publik serta memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan di Bumi Serambi Mekkah. (mrk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atraksi Aerial Lion Dance Meriahkan Imlek di Danau Senayan Park
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Asisten Pelatih Persija Setelah Tumpaskan Bali United: Lewat Doa dan Kerja Keras Semua, Kami Berjuang Lebih dari 100 Menit
• 11 jam lalubola.com
thumb
Kadin Indonesia Tegaskan Peran Strategis RI di Ekosistem Halal Global
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Ide Koalisi Permanen Dinilai untuk Mengunci Dukungan ke Prabowo di 2029
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Kasih Diskon Tiket Pesawat Domestik hingga 18%, Ini Jadwalnya
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.