Bahlil Ungkap Tantangan Swasembada Energi: Banyak Sumur Tua hingga Lifting Kurang Maksimal 

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dia menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, misalnya jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.

Bahlil Ungkap Tantangan Swasembada Energi: Banyak Sumur Tua hingga Lifting Kurang Maksimal. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto mencapai swasembada energi. Dia menjelaskan, swasembada energi bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret.

Dia menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, misalnya jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.

Baca Juga:
Bahlil Ultimatum 301 Blok Migas Mangkrak: Kalau Tidak Jalan, Kita Cabut Izinnya

"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," ujar Bahlil dalam sambutannya pada acara Sidang Dewan Pleno DPP HIPMI, dikutip Senin (17/2/2026).

Langkah terobosan lain yang diusulkan adalah mempercepat pelaksanaan sumur-sumur yang sudah masuk plan of development (POD). Di samping itu, Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi. 

Baca Juga:
Prabowo Didampingi Bahlil dan Teddy Saat Kunker ke AS, Siap Teken Kesepakatan Tarif Trump

Bahlil menegaskan bahwa percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan.

Baca Juga:
Bahlil Buka Tender 110 Blok Migas Baru, Targetkan Lepas dari Ketergantungan Impor

Dia juga menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri. Beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan oleh Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 menjadi contoh konkret.

"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," kata dia.

Bahlil mengingatkan, ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.

"Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," ujar Bahlil.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Lumpuh karena Banjir Rob, Jalur Tambak Osowilangun Mulai Dibuka Lagi
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Foto: RUU Amnesti Tertunda, Keluarga Tahanan Mogok Makan di Luar Penjara Caracas
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tradisi Unik Imlek di Berbagai Belahan Dunia
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
4.113 Pekerja Migran Asal Jawa Timur Siap Diberangkatkan Tahun Ini
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Sabet 3 Penghargaan PR Indonesia Awards 2026
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.