Ritual Mandi di 7 Sumur Vihara Gayatri Depok, Pembersihan Diri untuk Enteng Jodoh-Tolak Bala

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com – Di Vihara Gayatri, Jalan Cilangkap, Tapos, Depok, ritual mandi menggunakan air dari tujuh sumur dipercayai sebagai cara membersihkan diri secara rohani.

Ketujuh sumur berada di area paling ujung vihara seluas dua hektare ini, jika masuk dari pagar utama.

Tata letaknya berderet, masing-masing dikelilingi dinding batu hitam, dilapisi ubin keramik hijau, dan memiliki diameter sekitar 90–100 sentimeter.

Setiap sumur diberi nomor, nama, dan doa khusus yang diyakini bisa terkabul ketika mandi dengan air dari sumur tersebut. Sumur juga beriimpitan dengan kolam di tengah vihara, yang menjadi titik pembersihan terakhir.

KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Ruang sembahyang utama Vihara Gayatri, Cilangkap, Kota Depok.
Sumur 1 Sri Ningsih dipercayai dapat menerangkan lahir batin. Lalu, Sumur 2 Sri Waras guna sehat dan sentosa.

Sumur 3 Sri Lungguh untuk kedudukan derajat, Sumur 4 Sri Kunaratih Kumadjaya untuk cari jodoh.

Selanjutnya, Sumur 5 Sri Rejeki guna usaha cari rejeki, Sumur 6 Dewi Sri Mulyasari untuk pengobatan, dan Sumur 7 Sri Pontjo Warno guna segala tolak malapetaka.

Wira, pengelola vihara, menjelaskan bahwa ritual mandi dilakukan secara berurutan dari sumur pertama hingga ketujuh, masing-masing dengan tujuh gayung air.

“Nanti setelah selesai sumur ke tujuh, dilanjutkan ke kolam dan menyelam sebanyak delapan kali,” ucap Wira kepada Kompas.com, Senin (16/2/2026).

Setelah itu, pengunjung menuju kolam untuk menyelam delapan kali, lalu mengambil air dari sumur di tengah kolam sebanyak delapan gayung.

Gayung kedelapan digunakan untuk membilas di kamar ganti saat pengunjung melepas pakaiannya.

“Kalau tujuh sumur justru biasanya ada yang namanya Senin malam menuju Selasa Kliwon. Di tanggal itu, ritual mandi bisa dilakukan di tujuh sumur dan ini biasanya sekitar 35 hari sekali kalau enggak salah,” ujar Wira.

Baca juga: Jelang Imlek, Puluhan Warga Mengais Rezeki di Depan Vihara Bahtera Bhakti Ancol

“Jadi di hari Senin itu kita sembahyang di sini, lalu orang pada mandi,” tambahnya.

Selain mandi, pengunjung juga melakukan ritual lempar koin logam sebanyak 1–5 buah di setiap sumur.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Wira, melempar tiga atau lima koin memiliki makna simbolis. Tiga koin mewakili "Sri, Lungguh, Dunya", yang diadaptasi dari istilah Jawa, sebagai doa agar kekuatan spiritual lebih kuat di dunia.

“Kalau 5 koin 5 pancar, saudara batin kita ada lima kan, kayak ketuban, darah, plasenta, tali pusar, dan diri manusia,” lanjut dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1,5 Juta Kendaraan Serbu Bandung Saat Liburan Imlek, Pintu Tol Pasteur Hingga Setiabudi Macet
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Polres Garut Tangkap Komplotan Pencuri Mobil Pikap di Jawa Barat
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Peluncuran Buku Putih 2026, MKI Ingatkan Risiko Krisis Listrik di Tengah Transisi Energi
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Tak Cuma Kendaraan Baru, IIMS 2026 Wadah Edukasi Teknologi Pelumas
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kenneth DPRD DKI: Imlek 2026 Momentum Perkuat Harmoni dan Persatuan di Jakarta
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.