Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Industri furnitur nasional tetap menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan global. Sektor padat karya ini berkontribusi 0,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas dan memiliki potensi ekspor besar.
Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pemerintah terus membina dan mendampingi industri kecil dan menengah (IKM) furnitur agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
“Kami mendorong IKM furnitur agar naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor,”kata Menperin Agus dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.
Salah satu contoh keberhasilan adalah CV Kayu Manis, IKM asal Bantul, Yogyakarta, yang pada 6 Februari 2026 mengekspor enam kontainer furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebut capaian tersebut sebagai inspirasi bagi IKM lain.
“Ini bukti bahwa IKM kita mampu menjawab tantangan pasar global,”ungkap Reni.
Berdasarkan data Trademap, nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2024 mencapai USD 1,91 miliar, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan utama. Pemerintah kini mendorong diversifikasi pasar ke Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta India dan Jepang.
CV Kayu Manis yang berdiri sejak 2001 ini memproduksi furnitur kayu jati dan telah mendapat dukungan program restrukturisasi mesin serta fasilitasi pameran dari Ditjen IKMA. Inovasi produk knockdown dengan kemasan ringkas menjadi salah satu kunci keberhasilan ekspornya.
Editor: Redaksi TVRINews





