EtIndonesia. Di sebuah tempat budidaya ikan di Inggris, ikan trout memperlihatkan sebuah aksi pelarian spektakuler demi kebebasan. Lalu bagaimana dengan kita? Jangan sampai terjebak dalam jalan buntu dan mempersulit diri sendiri.
Belum lama ini, di sebuah peternakan ikan di Inggris, ikan trout cokelat melakukan sebuah aksi luar biasa demi meraih kebebasan.
Mereka melompat setinggi lebih dari satu meter, dengan sangat tepat masuk ke dalam sebuah pipa sempit, lalu berenang melawan arus sejauh beberapa meter di dalam pipa tersebut, sambil terus waspada terhadap serangan para pemangsa. Pada akhirnya, mereka berhasil menikmati kebebasan yang begitu berharga.
Seluruh kejadian ini direkam dengan sangat jelas oleh seorang fotografer satwa liar.
Baru-baru ini, para pekerja di sebuah peternakan ikan dekat Alresford, Hampshire, Inggris selatan, mendapati bahwa jumlah ikan trout cokelat yang mereka pelihara berkurang secara signifikan.
Meski di sekitar lokasi sering muncul burung air dan predator lainnya, namun jumlah ikan yang hilang seharusnya tidak sebanyak itu. Ketika para pekerja merasa kebingungan, seorang fotografer satwa liar berusia 59 tahun bernama Dennis Bright menemukan rahasianya: demi kebebasan, ikan-ikan trout ini ternyata menampilkan versi dunia hewan dari film The Great Escape.
Berdasarkan foto-foto yang diambil Dennis, ikan-ikan trout yang melarikan diri melompat keluar dari kolam setinggi lebih dari satu meter, lalu dengan sangat akurat masuk ke dalam pipa penyalur air ke kolam tersebut. Diameter pipa itu hanya sekitar 20 sentimeter.
Setelah itu, ikan-ikan trout berenang melawan arus di dalam pipa sejauh lebih dari 10 meter, hingga mencapai ujung pipa di sisi lain—sebuah anak sungai dari Sungai Itchen—dan memulai kehidupan bebas mereka.
Dennis mengatakan: “Itu benar-benar pemandangan yang sulit dipercaya. Memang berenang melawan arus adalah naluri alami ikan trout, terutama ketika mereka mencari tempat untuk bertelur.
Namun bisa melompat dengan begitu tepat ke dalam pipa sempit seperti itu sungguh luar biasa. Mereka berani melompat demi kebebasan, tetapi takdir tidak serta-merta menjadi mudah, karena di anak sungai itu masih ada berang-berang, burung bangau, dan banyak pemangsa lain yang siap mengintai.”
Direktur Wild Trout Trust Inggris, Simon Johnson, mengatakan: “Ikan trout cokelat terbiasa bermigrasi dan berenang melawan arus, terutama pada bulan November dan Desember.
Aliran air yang keluar dari pipa tersebut tampaknya membangkitkan naluri alami mereka. Mereka mungkin mengira itu adalah sebuah air terjun, sehingga berusaha berenang melawan arus untuk menemukan lokasi bertelur.”
Ikan-ikan trout melompat masuk ke dalam pipa air dan berenang melawan arus.
Seperti terlihat pada gambar, kolam budidaya dan aliran sungai dipisahkan oleh daratan, tetapi dihubungkan oleh sebuah pipa.
Melalui jalur inilah ikan-ikan trout berenang melawan arus dan akhirnya memasuki “surga kebebasan” di sisi kanan.
Hikmah Cerita
Mencius pernah berkata: “Hidup lahir dari penderitaan, mati datang dari kenyamanan.”
Manusia yang hidup dalam kesulitan akan terdorong untuk berjuang dan bertahan, sedangkan mereka yang terlalu nyaman justru mudah tenggelam dalam kenikmatan hingga menuju kehancuran.
Petualangan dan rasa ingin tahu adalah syarat utama agar kehidupan dapat terus berlanjut. Meski dalam proses menjelajah terdapat banyak risiko yang tak terduga, jika berhasil melewatinya, kehidupan akan melangkah maju jauh ke depan. Sebaliknya, jika setiap hari hanya tahu hidup nyaman dan aman, maka kehidupan lambat laun akan menuju kemunduran dan kehancuran.
Lihatlah ikan-ikan kecil dalam cerita ini—demi bertahan hidup, mereka berani melangkah ke jalan yang asing, meski penuh bahaya dan ketidakpastian. Lalu bandingkan dengan kita, manusia yang disebut sebagai makhluk paling cerdas di bumi—bukankah kita seharusnya memiliki tekad bertahan hidup yang lebih kuat untuk menghadapi situasi ekonomi yang sulit ini?(jhn/yn)





