Bandung: Polisi masih mendalami motif pembunuhan ZA, seorang pelajar SMP yang jenazahnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Hingga kini, sebanyak 13 orang saksi telah diperiksa. Salah satunya adalah seorang psikolog yang akan membantu pemeriksaan terhadap tersangka YA, selaku eksekutor. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengatakan motif pembunuhan masih akan terus didalami karena sejauh ini keterangan baru berdasarkan pengakuan dari pelaku YA.
"Nanti akan coba kita dalami lebih lanjut. Motif ini kan baru pernyataan dari pelaku itu sendiri, bahwa hubungan antara korban dengan pelaku adalah hubungan pertemanan," ungkap Niko, Senin, 16 Februari 2026.
Namun demikian, polisi menduga YA memiliki sifat posesif terhadap korban. Niko menyebut pelaku merasa hubungan pertemanan dengan korban sudah terlalu berlebihan hingga memicu kejadian tersebut.
Baca Juga :
Informasi Penculikan Siswa SMPN 26 Bandung Hanya Rekayasa Pelaku
Keluarga korban pun sempat merasa khawatir dan berencana memindahkan sekolah korban dari Garut ke Bandung. Korban yang menyadari hal tersebut kemudian mulai menjauhi pelaku hingga menyatakan ingin menghentikan pertemanan. Hal itu diduga menjadi pemicu sakit hati pelaku hingga nekat menghabisi nyawa korban.
"Korban mencoba menjauhi pelaku, sampai akhirnya menyampaikan sikap menghentikan pertemanannya. Nah, itu yang menjadi pemicu sehingga pelaku memuncak sakit hatinya," kata Niko.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra saat melakukan konferensi pers di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Pelaku YA mengajak rekannya, AP, untuk ikut menuju Bandung dan melakukan aksi pembunuhan terhadap ZA di eks tempat wisata Kampung Gajah pada Senin, 9 Februari 2026. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. ZA mengalami luka robek di kepala akibat benda tumpul serta delapan luka tusuk di bagian perut.




