250 Ribu Massa Padati Munich, Serukan Penggulingan Rezim Iran di Tengah Konferensi Keamanan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sekitar 250.000 orang turun ke jalan di Munich, Jerman, pada Sabtu (14 Februari 2026) untuk memprotes pemerintahan Iran dan menyerukan perubahan rezim. Aksi besar ini berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan Munich Security Conference, ketika para pemimpin dunia tengah berkumpul membahas isu keamanan global.

Para demonstran berharap aksi tersebut mampu meningkatkan perhatian internasional terhadap situasi di Iran serta menekan komunitas global agar memperbesar tekanan terhadap pemerintah di Teheran.

Di lokasi aksi, massa memukul drum, meniup terompet, dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan penggantian rezim. Sebagian peserta mengenakan topi merah bertuliskan “Make Iran Great Again”, meniru slogan politik Amerika Serikat. Banyak pula yang mengangkat poster bergambar tokoh oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi.

Ketika Pahlavi naik ke panggung dan menyampaikan pidato, sorak-sorai dukungan membahana di tengah kerumunan.

Seruan “Perubahan Rezim” Menggema

“Perubahan! Perubahan! Perubahan rezim!” teriak puluhan ribu orang sambil mengibarkan bendera hijau-putih-merah dengan lambang singa dan matahari—simbol yang digunakan pada masa Dinasti Pahlavi sebelum digulingkan pada 1979.

Massa juga meneriakkan slogan “Kembalinya Dinasti Pahlavi ke Iran” dan “Iran Demokratis.”

Menurut laporan kantor berita AP, seorang demonstran bernama Daniyal Mohtashamian mengatakan bahwa ia datang dari Zürich, Swiss, untuk menyuarakan dukungan bagi para demonstran di Iran yang mengalami penindasan. Ia menyebut bahwa akses internet di Iran dibatasi sehingga suara rakyat sulit terdengar di luar negeri.

Media berbasis di Inggris, Iran International, mengutip keterangan kepolisian setempat bahwa jumlah peserta mencapai sekitar 250.000 orang.

Bagian dari “Hari Aksi Global”

Reza Pahlavi menyebut aksi di Munich sebagai bagian dari “hari aksi global” untuk mendukung rakyat Iran yang menjadi korban penindasan mematikan dalam gelombang protes domestik.

Ia juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk menggelar aksi serupa di berbagai kota dunia seperti Los Angeles dan Toronto. Pada hari yang sama, demonstrasi solidaritas juga digelar di Amsterdam (Belanda), Glasgow (Skotlandia), Melbourne dan Sydney (Australia), serta Auckland (Selandia Baru).

Dalam konferensi pers di Munich, Pahlavi memperingatkan bahwa jika negara-negara demokratis “berdiam diri”, maka lebih banyak korban jiwa bisa jatuh di Iran.

“Kita berkumpul di saat yang menentukan. Dunia harus menjawab satu pertanyaan: apakah akan berdiri bersama rakyat Iran?” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberlangsungan rezim saat ini mengirimkan pesan berbahaya kepada para penguasa otoriter di dunia: bahwa kekuasaan dapat dipertahankan selama kekerasan terus dilakukan.

Tekanan Internasional dan Latar Sejarah

Tekanan terhadap Iran juga datang dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump berulang kali memperingatkan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan nuklir, maka opsi militer tetap terbuka. Pada Jumat (13 Februari), Trump bahkan menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran “akan menjadi pilihan terbaik.”

Reza Pahlavi adalah putra sulung Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, dan Permaisuri Farah Pahlavi. Dinasti Pahlavi dikenal berhaluan pro-Barat dan mendapat dukungan kuat dari Amerika Serikat. Pada 1979, revolusi yang dipimpin oleh Ruhollah Khomeini menggulingkan monarki dan mendirikan Republik Islam Iran yang berlandaskan sistem pemerintahan berbasis syariah.

Sejak saat itu, Iran memasuki babak politik baru yang kerap dipandang dunia Barat sebagai berseberangan dengan sistem demokrasi liberal.

Aksi di Munich menjadi salah satu demonstrasi terbesar oposisi Iran di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, menandakan meningkatnya mobilisasi diaspora Iran di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Lengkap Libur Sekolah Selama Ramadan dan Lebaran 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kapolres Pekalongan Tanggapi Pihak Lain di Balik Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Erdogan Sebut MBZ Sakit Lewat Twit yang Sudah Dihapus
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sosok E Bandar Narkoba dalam Kasus Eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Diburu
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Membangun Kedaulatan Ekonomi Haji Indonesia Lewat Tata Kelola
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.