Percepat Ground Check 11 Juta PBI Nonaktif, BPS Gandeng Mitra Statistik

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mempercepat proses verifikasi lapangan atau ground check terhadap 11.017.000 Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dinonaktifkan dengan melibatkan mitra statistik di daerah.

Mitra statistik adalah tenaga kerja non-ASN yang direkrut oleh BPS untuk membantu kegiatan survei dan pengolahan data.

"Kami memiliki jaringan mitra statistik yang selama ini dilibatkan dalam berbagai survei nasional. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga akurasi," kata Kepala BPS, Amalia Adininggar, usai rapat pembahasan soal polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Segmen PBI di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).

Baca juga: BPS Sebut Peserta BPJS PBI di Palembang Paling Banyak Dinonaktifkan

Amalia menuturkan, proses verifikasi di lapangan ini dilakukan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

"Nanti kami di lapangan, BPS Daerah akan berkolaborasi dengan PKH, Pendamping PKH, dan juga kami akan merekrut beberapa mitra statistik," ucapnya.

Berdasarkan data BPS, lanjut Amalia, dari 11 juta peserta PBI yang dinonaktifkan jika dikonversi setara dengan sekitar 5,9 juta keluarga.

"11 Juta ini kalau kita konversikan menjadi keluarga kira-kira sekitar 5,9 juta keluarga yang akan kami ground check," ucapnya.

Baca juga: Ground Check PBI Pasien Katastropik akan Selesai 14 Maret 2026

Proses verifikasi lapangan akan berlangsung kurang lebih dua bulan.

Selain 11 juta peserta, BPS juga melakukan verifikasi lapangan terhadap 106.153 peserta PBI penyakit katastropik dan ditargetkan selesai pada 14 Maret 2026.

40.000 PBI sudah reaktivasi

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sudah ada 40.000 lebih peserta PBI dari 11 juta yang dinonaktifkan, melakukan reaktivasi.

"Per hari ini ada 40.000 lebih yang sudah reaktivasi dari 11 juta itu," kata Saifullah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menuturkan, dari 40.000 itu, 2.000 telah beralih ke mandiri karena sudah merasa mampu.

"Dari 11 juta itu, sudah ada 40.000 lebih yang melakukan reaktivasi. 2.000 di antaranya beralih ke mandiri," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tradisi Ziarah Kubur di TPU Semper Tetap Hidup meski Banjir Tak Juga Surut...
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Pecinta Kuliner Wajib Coba! Ini Deretan Makanan Halal di Pecinan Glodok
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Barang Bekas Jadi Alat Musik, Drum Rakitan Hibur Anak-anak Gaza
• 13 jam laludetik.com
thumb
44.918 kendaraan tinggalkan Jakarta via Jalan Layang MBZ H-3 Imlek
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Anggota Komisi III DPR Bantah Klaim Jokowi soal Revisi UU KPK, Sebut Pemerintah Ikut Bahas
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.