Profil Lullete Jane De Guzman Ramilo, Runner-Up Miss Earth Filipina yang Tewas Ditembak

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Manila, VIVA – Kabar duka menyelimuti dunia pageant Filipina setelah sosok Lullete Jane De Guzman Ramilo dikabarkan meninggal dunia akibat insiden penembakan pada 13 Februari 2026. 

Kepergiannya yang tragis di usia 32 tahun mengejutkan banyak pihak, terutama mereka yang mengenalnya sebagai ratu kecantikan sekaligus pendidik yang berdedikasi. 

Baca Juga :
Runner-Up Miss Earth Filipina Tewas Ditembak, Tiga Anak Jadi Saksi Kejadian Tragis
Dipimpin Menlu Sugiono, Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata dengan Upacara Militer

Di balik peristiwa memilukan tersebut, tersimpan perjalanan hidup seorang perempuan yang dikenal tangguh, berpendirian kuat, dan penuh empati.

Profil Lullete Jane De Guzman Ramilo

Lullete lahir pada 22 Januari 1994 dan berasal dari San Manuel, Isabela, sebuah kota agraris yang tenang di Luzon bagian utara. Sejak muda, ia telah menunjukkan semangat kompetitif dan kecintaan pada dunia pendidikan. 

Ia menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan Menengah di University of Perpetual Help System Laguna – Isabela Campus, sebuah pilihan yang menurutnya merupakan impian sejak lama, bukan sekadar rencana cadangan.

Karier di Dunia Kecantikan

Namanya mulai dikenal publik ketika ia mengikuti ajang Miss Philippines-Earth 2013. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil menembus jajaran 10 besar serta meraih penghargaan minor seperti Miss Global International dan Miss Genuine Person. 

Meski tidak keluar sebagai pemenang utama, kehadirannya di panggung nasional mencuri perhatian berkat advokasinya yang kuat terhadap literasi dan pendidikan lingkungan.

Dalam sesi wawancara kala itu, Lullete menegaskan bahwa keikutsertaannya di dunia pageant bukan semata demi mahkota, melainkan untuk memberdayakan perempuan. 

Ia percaya perempuan dapat bersikap proaktif dan terlibat dalam program-program yang membantu mengurangi eksploitasi terhadap kaum wanita. 

Komitmennya terhadap pendidikan juga tercermin dalam advokasinya, di mana ia mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan melalui literasi.

Di luar panggung, Lullete menjalani peran sebagai guru profesional setelah lulus Ujian Lisensi Guru pada 2015. Rekan-rekannya menggambarkannya sebagai pendidik yang tegas namun penuh kepedulian. 

Keluarga

Ia juga dikenal sebagai ibu dari tiga anak, yang kerap membagikan momen kebersamaan keluarga di media sosial.
Tragedi penembakan yang merenggut nyawanya terjadi di depan kediamannya di Roxas, Isabela. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Manuel Roxas District Hospital. 

Baca Juga :
Tren Pariwisata Filipina di Kalangan Wisatawan Indonesia, 2026 Makin Banyak yang Liburan!
Korban Tewas Kapal Feri Tenggelam di Filipina Bertambah Jadi 18 Orang, 24 Hilang
Konvoi Mobil Wali Kota di Filipina Diserang Pelontar Granat RPG, 3 Orang Tewas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhir Misteri Uang Berceceran di Jalan Tegar Beriman Bogor
• 16 jam laludetik.com
thumb
Bus Transjakarta Asap di Halte Pancoran, Penumpang Dievakuasi
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Brimob Polda Metro Tangkap 5 Pemuda Bawa Sajam di Jaktim
• 14 jam laludetik.com
thumb
Putusan Inkrah Sejak Desember 2025, Kejati Sulsel Didesak Segera Eksekusi Mira Hayati
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Debut Mauro Zijlstra Warnai Kemenangan Persija 1-0 atas Bali United di Liga 1
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.