Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Cuan dari Fast Charging Station Kendaraan Listrik

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten komponen otomotif Grup Triputra, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan infrastruktur fast charging station untuk kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi. 

President Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan langkah ini merupakan wujud dari dukungan kami terhadap kebijakan pemerintah untuk mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik serta mengurangi ketergantungan pada impor. 

“Peluang pertumbuhan ini akan didorong oleh stabilitas di segmen roda dua dan roda empat, serta kontribusi dari lini bisnis kendaraan listrik (EV) dan sektor non-otomotif yang kian ekspansif,” ujar Irianto dalam keterangan resmi, dikutip Senin (16/2/2026). 

Saat ini, lanjutnya, pengembangan fast charging station kendaraan listrik dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi merupakan bagian dari strategi DRMA untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Diharapkan, hadirnya fast charging station lokal ini dapat meningkatkan aksesibilitas, efisiensi waktu pengisian daya, serta kenyamanan pengguna kendaraan listrik roda dua. 

Terkait pengembangan infrastruktur fast charging station lokal tersebut, DRMA menghadirkan Battery Energy Storage System yang terintegrasi dengan charging station buatan perseroan di ajang IIMS (Indonesia International Motor Show) 2026.

Baca Juga : Dharma Polimetal (DRMA) Ungkap Proyeksi Bisnis saat Pasar Otomotif Lesu

Di sisi lain, DRMA juga terus mengeluarkan inisiatif untuk mendorong percepatan konversi kendaraan roda dua dari mesin pembakaran internal (ICE) ke kendaraan listrik (EV) yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia. 

Dalam hal ini, DRMA menyediakan layanan konversi kendaraan roda dua ICE menjadi EV sebagai salah satu segmen dalam ekosistem terintegrasi Dharma Connect, DC Cross. 

Inisiatif-inisiatif DRMA tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam menurunkan emisi karbon, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta membangun ekosistem EV yang berkelanjutan di Indonesia. 

Irianto optimistis DRMA berada dalam posisi yang sangat kuat untuk merealisasikan peluang pertumbuhan pada 2025 dan tahun ini. Dengan tren positif yang ada, perseroan tetap yakin bahwa target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025 akan berhasil dicapai sepenuhnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Piprim Dipecat karena Pelanggaran Berat, Bolos Kerja 28 Hari
• 5 jam lalukompas.com
thumb
China Berikan Bebas Visa untuk Warga Kanada dan Inggris
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Barongsai Semarakkan Imlek di Kembang Jepun Surabaya
• 33 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Parma vs Verona, Gol Larut Matteo Pellegrino Pastikan Kemenangan Gialloblu
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Trump dan Netanyahu Dikabarkan Sepakat Batasi Ekspor Minyak Iran ke China
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.