jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis laporan terbarunya soal tingkat kepuasan publik atas kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi di Jawa Barat
Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen selama satu tahun memimpin
BACA JUGA: Indosat Gaspol 5G di Bandung, 879 Site Siap Dongkrak UMKM dan Ekonomi Digital
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 800 responden. Dengan asumsi simple random sampling.
Jumlah sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebesar ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BACA JUGA: JIP Semarakkan Hari Pers Nasional 2026 di Depok, Gelar Fun Fishing dan Donasi 100 Pohon Produktif
Dalam paparan hasil survei, sebanyak 35,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Dedi. Sebanyak 59,7 persen menyebut cukup puas.
Adapun responden yang merasa kurang puas tercatat 4,0 persen. Tidak ada responden yang menyatakan tidak puas sama sekali.
BACA JUGA: Pemkot Bogor Dorong Agar Golok Diakui Sebagai Warisan Budaya UNESCO
Sementara itu, 0,6 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Jika dibandingkan dengan survei pada Mei 2025, tingkat kepuasan sangat puas saat itu berada di angka 41,1 persen dan cukup puas 53,6 persen.
Respons kurang puas tercatat 4,1 persen, sedangkan 1,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Menanggapi hasil tersebut, Dedi menilai angka kepuasan itu bukan cerminan keberhasilan kinerjanya selama hampir satu tahun menjabat.
"(Hasil survei) yang setia memberikan dukungan terhadap kegiatan pembangunan yang hampir berjalan satu tahun. Dan saya merasa bahwa belum berbuat apa-apa bagi warga Jabar. Saya merasa belum berbuat apa-apa," kata Dedi Senin (16/2/2026).
Menurut ia, angka 95,5 persen tersebut lebih mencerminkan kedekatan emosional masyarakat Jawa Barat terhadap dirinya, bukan capaian program pembangunan.
"95,5 persen itu mengangkat kecintaan warga Jabar pada saya, bukan angka keberhasilan. Saya merasa belum berhasil dalam satu tahun ini," kata Dedi. (mar5/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik




