Sama seperti otot pada tubuh, otak juga perlu dilatih agar tetap kuat dan bugar. Melansir laman indiatimes.com, otak juga perlu latihan seperti otot supaya fungsi kognitif tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Menyadari hal ini, para ahli saraf kini membagikan sejumlah strategi sederhana melatih otak yang mesti dilakukan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Pakar neurologi menekankan proses menjaga kesehatan otak bukan hanya soal menghindari stres atau cukup tidur.
Lebih dari itu, hal ini melibatkan kebiasaan aktif yang mempertajam kemampuan berpikir, meningkatkan fokus, serta menjaga emosi tetap stabil. Dengan pola hidup yang tepat, penurunan fungsi otak dapat diperlambat bahkan dicegah.
Salah satu strategi utama adalah melatih otak secara rutin, sama seperti kebiasaan berolahraga. Aktivitas seperti membaca buku, mempelajari bahasa baru, atau memainkan alat musik tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memicu koneksi saraf baru di otak.
Ahli juga mengingatkan tentang jebakan multitasking. Meski sering dibanggakan sebagai kemampuan “serba bisa”, melakukan banyak tugas sekaligus justru dapat menurunkan efisiensi berpikir.
Saat otak dipaksa membagi perhatian ke banyak hal, konsentrasi melemah dan proses belajar menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, fokus pada satu tugas dalam satu waktu dianggap lebih bermanfaat untuk kesehatan mental.
Baca Juga :
Otak Pagi vs Malam, Mana yang Lebih Kuat? Ternyata Butuh Asupan Berbeda!Lalu apa saja cara melatih otak? Simak cara berikut ini! 6 cara melatih otak 1. Latih otak secara teratur Otak juga perlu latihan layaknya otot. Misalnya melalui belajar hal baru, membaca mendalam, atau bermain alat musik agar koneksi saraf tetap kuat dan daya pikir tetap tajam. 2. Hindari multitasking yang berlebihan Menggabungkan terlalu banyak tugas sekaligus justru dapat menurunkan efisiensi kognitif hingga 40 persen, membuat perhatian terpecah dan cepat lelah secara mental. 3. Rutin berlatih mindfulness dan meditasi Praktik seperti meditasi dan kesadaran penuh membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan memperbaiki regulasi emosi. 4. Kenali tanda awal penurunan fungsi otak Beberapa sinyal awal yang perlu diwaspadai: sering lupa hal baru, membuat keputusan buruk, hilangnya spontanitas, tertukar tanggal/waktu, atau perubahan suasana hati. 5. Lakukan kebiasaan yang mempertajam otak Mulai dari menyelesaikan teka-teki, belajar keterampilan atau hobi baru, hingga meningkatkan interaksi sosial dapat membantu mempertahankan ketajaman mental. 6. Bangun aktivitas sosial yang berkualitas Berbicara dan bersosialisasi tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberi rangsangan mental yang penting untuk keseimbangan kognitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





