Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah, buka suara terkait insiden penembakan yang menimpa rumah suaminya di Pekalongan. Ia mengaku syok dan terkejut saat pertama kali menerima kabar tersebut.
Saat kejadian, Fatwah sedang berada di Pulau Bali untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar DPRD Jawa Tengah.
“Saya sendiri masih di Bali. Saya syok, namanya tembakan ya. Penembakan itu kan dilakukan orang yang benar-benar kejam,” ujar Fatwah kepada kumparan, Senin (16/1).
Setelah mendapat kabar tersebut, ia langsung kembali ke Pekalongan. Ia bersyukur tidak ada korban luka dalam peristiwa itu.
Rumah Terbuka, Tak Ada KecurigaanFatwah mengaku tak pernah curiga rumahnya akan menjadi sasaran penembakan. Selama ini, rumahnya terbuka untuk tamu dan tidak dijaga satpam.
“Kebetulan halaman rumah kami luas dan karena banyak tamu yang datang, jadi kami tidak ada rasa curiga. Maksudnya, tamu baik-baik atau bukan, karena datang dan pergi, kami tidak menaruh kecurigaan,” imbuhnya.
Ia menegaskan tidak memiliki permusuhan pribadi dengan siapa pun. Menurutnya, sang suami dikenal sebagai pengusaha yang kerap membantu dan membela masyarakat.
“Kalau saya dan suami, tidak ada permusuhan antarpribadi. Suami saya pengusaha sambil membela masyarakat yang tertindas. Saat ini memang sedang mengawal kasus penculikan penjual martabak, itu ranah politik lah ya,” ungkap Fatwah.
Minta Polisi Ungkap KasusFatwah meminta kepolisian segera mengusut dan menangkap pelaku. Ia menilai aksi tersebut membahayakan keselamatan banyak orang.
“Ini kan seperti pembunuhan berencana. Harapannya pelaku segera tertangkap karena sudah membahayakan nyawa orang lain, bukan cuma saya atau keluarga saya, tapi masyarakat sekitar juga ikut waswas,” kata Fatwah.
Hingga kini, kasus penembakan tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.





