Masih Kecanduan, Ini Tips Sederhana Mengurangi Minuman Beralkohol dalam 6 Minggu

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Di tengah gaya hidup modern yang kerap menempatkan minuman beralkohol sebagai bagian dari pergaulan sosial, mulai muncul pertanyaan-pertanyaan terkait cara mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Melansir laman sciencealert.com, ternyata terdapat cara mudah untuk membantu orang, setidaknya bisa mengatur konsumsi minuman beralkohol.
 
Ternyata, cara untuk mengurangi atau membatasi konsumsi minuman beralkohol tidak terlalu sulit. Sebuah penelitian terbaru menemukan perubahan kecil dalam cara menyampaikan pesan kesehatan bisa membawa dampak nyata terhadap kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
 
Alih-alih hanya mengimbau untuk “minum secukupnya”, para peneliti menemukan kombinasi pesan yang tepat mampu mendorong perubahan perilaku yang lebih signifikan. Bukan sekadar larangan, melainkan pendekatan yang menyentuh kesadaran sekaligus tindakan praktis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Addictive Behaviors ini melibatkan hampir 8.000 responden. Studi tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari The George Institute for Global Health di Australia.
 
Hasilnya menunjukkan satu metode yang paling efektif untuk menurunkan konsumsi alkohol, yakni dengan menggabungkan dua hal, yakni:
  1. Memberi informasi bahwa alkohol meningkatkan risiko kanker
  2. Mendorong individu untuk menghitung setiap minuman yang mereka konsumsi
Peneliti utama, Simone Pettigrew, menegaskan memberi tahu orang tentang bahaya alkohol saja tidak cukup. Menurut dia, masyarakat juga perlu dibekali cara konkret mengurangi risiko tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
 
Dalam studi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan berbagai jenis pesan kesehatan. Ada yang hanya diberi informasi risiko, ada pula yang diminta menetapkan batas minum.
 
Namun, kombinasi pesan risiko kanker dan kebiasaan menghitung minuman terbukti menjadi satu-satunya pendekatan yang menghasilkan penurunan konsumsi signifikan dalam periode enam minggu. Temuan ini memperkuat pemahaman perubahan perilaku tidak hanya bergantung pada rasa takut terhadap risiko kesehatan.
 

Baca Juga :

Apakah Alkohol Bisa Jadi Penyebab Cedera Otak?

"Faktor kemudahan dan kejelasan langkah juga berperan penting dalam mendorong seseorang mengambil keputusan yang lebih sehat," dikutip dari laman sciencealert, Senin, 16 Februari 2026.  
 
Secara global, konsumsi alkohol memang menjadi perhatian serius. Berbagai studi menunjukkan kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit kronis, mulai dari kanker, gangguan jantung, hingga demensia.
 
Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat alkohol sebagai salah satu faktor penyumbang kematian dini yang signifikan. Kendati demikian, kebijakan seperti pembatasan akses atau kenaikan harga minuman beralkohol kerap menuai perdebatan.
 
Oleh karena itu, pendekatan berbasis edukasi dan kesadaran individu dinilai bisa menjadi alternatif yang lebih mudah diterapkan dalam jangka pendek. Para peneliti menyebut meski studi ini dilakukan pada populasi di Australia, prinsip dasarnya kemungkinan relevan secara luas. Menghitung jumlah minuman yang dikonsumsi merupakan langkah sederhana, murah, dan dapat langsung diterapkan siapa saja yang ingin mengurangi kebiasaan minum.
 
Pada akhirnya, temuan ini menegaskan perubahan besar tidak selalu membutuhkan strategi rumit. Terkadang, memahami risiko dengan jelas dan mulai menghitung langkah kecil setiap hari sudah cukup untuk membawa dampak nyata bagi kesehatan jangka panjang.
 
Untuk itu, kamu mesti mengetahui apa saja persoalan yang timbul dari mengonsumsi alkohol. Berikut masalah yang ditimbulkan oleh minuman beralkohol:
  1. Risiko kanker
  2. Penyakit jantung
  3. Gangguan pencernaan
  4. Demensia
  5. Kematian dini.
Metode pengurangan alkohol
  1. Menjelaskan bahwa alkhol meningkatkan risiko penyakit
  2. Mengajak orang menghitung minuman yang sudah dikonsumsi
Penggunaan dua tips dari metode itu akan membuahkan hasil:
  1. Tahu alasan kuat mengurangi alkohol
  2. Membentuk kesadaran dengan cara mudah. Dari metode tersebut diyakni akan ada penurunan konsumsi minuman beralkohol dalam 6 minggu.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah menguat seiring data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Kemnaker Gandeng Shopee Siapkan 100 Instruktur BLK Jadi Pelatih Affiliate
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Bundaran HI Berpesta, Imlek Hadirkan Atraksi Spektakuler di Jantung Jakarta
• 1 jam laludetik.com
thumb
Begini Modus Penipuan Lowongan Kerja, Jangan Anggap Remeh!
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Harga Daging Ayam di Medan Berpotensi Tembus Rp50.000 Jelang Ramadan
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.