JAKARTA, DISWAY.ID - Sebanyak 36 ribu siswa berebut kursi Madrasah unggulan, di mana hal ini menurut Kemenag jika Madrasah saat ini sudah menjadi pilihan utama.
Dari tren yang berkembang bahwa minat pelajar menempuh pendidikan di Madrasah unggulan menunjukkan lonjakan signifikan.
Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027 resmi mencatat sebanyak 36.973 pendaftar hingga penutupan masa registrasi.
Penerapan sistem digital sepenuhnya tahun ini menunjukkan efisiensi tinggi. Data Kemenag mengonfirmasi bahwa seluruh peserta telah menuntaskan unggah berkas daring tanpa ada dokumen yang tertinggal di status draft.
BACA JUGA:Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi PPPK untuk Guru Madrasah Swasta
BACA JUGA:Nasib Lebih Jelas, GTK Madrasah Ungkap Rencana Kesejahteraan Guru Non-ASN
Dari total puluhan ribu pendaftar, mayoritas siswa memilih jalur kompetisi terbuka, dengan perincian:
- Jalur Tes: 36.126 pendaftar.
- Jalur Prestasi: 404 pendaftar.
Seleksi berbasis Computer Based Test (CBT) ini dilaksanakan serentak selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15 Februari 2026), di berbagai titik lokasi di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, saat meninjau langsung pelaksanaan CBT di MAN 1 Surakarta dan MTsN Surakarta 1, menegaskan pergeseran paradigma masyarakat terhadap madrasah.
"Madrasah saat ini tidak lagi menjadi alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama. Kepercayaan publik/masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah unggulan terus meningkat setiap tahunnya," ujar Amien.
Beliau juga menekankan pentingnya integritas dalam seleksi ini. Menurutnya, madrasah dirancang untuk mencetak generasi yang unggul secara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) namun tetap kokoh dalam IMTAK (Iman dan Takwa).
BACA JUGA:Aset Gedung Thamrin Resmi Beralih dari Kemenag ke Kemenhaj
BACA JUGA:Potensi Perbedaan Penetapan Awal Ramadan, Ini Penjelasan Kemenag
Senada dengan hal tersebut, Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khodijah, menjamin bahwa seluruh proses seleksi, baik jalur prestasi maupun CBT, berjalan secara transparan melalui sistem digital terintegrasi.
Nyayu menambahkan bahwa keunggulan kompetitif madrasah terletak pada nilai tambah berupa pendidikan akhlak dan pendalaman agama yang menjadi modal kuat pembangunan bangsa.
- 1
- 2
- »





