Purworejo, tvOnenews.com - Sebanyak 67 warga Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah menghadiri acara kenduri ruwahan di kediaman salah satu warga di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Minggu (15/2/2026) malam.
Kenduri ruwahan merupakan tradisi doa bersama menjelang bulan Ramadhan. Sekitar 67 warga menghadiri acara yang digelar di rumah Ibu Boni Rohyati tersebut.
Berdasar informasi yang dihimpun, hidangan nasi berkat yang disajikan tidak dimasak oleh tuan rumah, melainkan dipesan dari sebuah rumah makan di wilayah Purworejo.
Beberapa saat setelah menyantap hidangan, warga mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, sakit perut, dan diare. Jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 67 orang.
- Eddy Suryana/tvOnenews
Petugas kesehatan setempat segera merespons laporan tersebut. Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo turun langsung melakukan penanganan dan pemantauan kondisi warga hingga sore hari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Suranto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga Dusun Dungdowo RT 01 RW 04, Desa Trirejo yang mengonsumsi nasi berkat mulai mengalami keluhan kesehatan sehari setelah acara.
“Kendurinya kemarin malam. Warga yang memakan nasi berkat mengeluh diare, sakit perut, dan mual. Dinas kesehatan langsung turun tangan setelah menerima laporan dari pihak desa. Jika diare berlanjut, warga dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Purworejo telah mengambil langkah penanganan cepat. Suranto juga menyampaikan bahwa pihak penyedia katering menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Penyelesaian akan difasilitasi pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan melalui musyawarah kekeluargaan.
Salah satu korban, Heri (43), warga Dusun Dungdowo Rt 01, Rw 04 l, Desa Trirejo, mengaku mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi nasi kotak.
“Saya makan sekitar pukul 19.00 WIB, lalu sekitar pukul 23.00 perut mulai sakit, mual, dan diare. Sekarang kondisi sudah membaik, meski perut masih terasa tidak nyaman,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, menyampaikan jumlah warga terdampak mencapai 67 orang, dengan 6 orang menjalani perawatan di rumah sakit.




