DPR Sebut MBG Landasan Moral Bangun SDM

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti menyoroti polemik yang membenturkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran pendidikan. Ia menilai dikotomi memisahkan kedua isu tersebut sebagai cara berpikir yang dangkal dan berpotensi menyesatkan arah kebijakan publik.

 

Membandingkan anggaran MBG dengan kesejahteraan guru juga dinilai keliru. Menurut Azis, pemenuhan gizi murid dan peningkatan kualitas guru berdiri dalam satu ekosistem etis yang sama, dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

"Mengadu keduanya berarti merusak fondasi rumah yang sedang kita bangun bersama. Kita tidak sedang memilih antara memberi makan anak atau memuliakan guru, keduanya adalah satu tarikan napas yang sama," kata Azis dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.

 

Baca Juga :

https://www.metrotvnews.com/read/bVDCPQ8A-prioritas-utama-mbg-bgn-balita-ibu-hamil-dan-ibu-menyusui

 

Azis merujuk pada praktik global di negara-negara maju yang telah lama mengintegrasikan gizi ke dalam sistem pendidikan. Ia mencontohkan National School Lunch Program di Amerika Serikat yang telah berjalan sejak 1946, serta praktik ky?shoku di Jepang yang menjadikan makan siang di sekolah sebagai instrumen pendidikan karakter.

 

"Negara-negara itu memahami bahwa membangun SDM unggul tidak pernah dilakukan secara sektoral. Guru terbaik sekalipun akan menghadapi batas jika muridnya datang ke kelas dengan energi yang terkuras oleh lapar," jelasnya.

 

Sebagai solusi atas perdebatan anggaran, Azis menawarkan tiga langkah strategis yang harus ditempuh pemerintah secara simultan guna melahirkan generasi emas yang kompetitif. Pertama, reformulasi anggaran pendidikan dengan alokasi anggaran tidak boleh berhenti pada input administratif, melainkan harus berbasis pada hasil belajar seperti peningkatan literasi dan numerasi. 

 

Lalu, penguatan profesi guru melalui seleksi meritokratis, pelatihan berkelanjutan, dan distribusi guru yang merata hingga ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Kemudian, program makan gratis harus berbasis standar gizi terukur dan transparan, sekaligus mampu memberdayakan ekonomi lokal di sekitar sekolah.

 

Azis menekankan alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan adalah mandat konstitusional yang tidak boleh dinegosiasikan. Namun, ia mengingatkan bahwa investasi pada gizi adalah pendukung utama keberhasilan investasi pendidikan tersebut.

 

"Investasi gizi meningkatkan konsentrasi belajar. Investasi pada guru memperkuat kualitas pembelajaran. Keduanya bekerja dalam dimensi waktu yang sama," pungkas Azis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muzani Catat Progres Penanganan Bencana Tegal, Bakal Lapor ke Prabowo
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Netanyahu Minta Perjanjian AS dengan Iran Wajib Hapus Infrastruktur Nuklir
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sambut Ramadan 1447 H, Satlantas Polres Jeneponto Himbau Cegah Balap Liar, Sanksi Tegas Menanti Pelanggar
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Tina Toon Rayakan Imlek, Cara Menarik Kebahagiaan di Tahun Kuda Api 2026
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Dolar AS Diprediksi Masih Tertekan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.