Jakarta: Program Asah 2025, sebuah program pembelajaran teknologi intensif mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja digital masa kini. Program ini berfokus pada penguasaan keterampilan teknologi yang banyak dibutuhkan, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta penguatan keterampilan lunak yang esensial.
Berkolaborasi dengan Accenture, Program Asah memadukan pembelajaran mandiri dalam platform Dicoding dengan kelas langsung, sesi mentoring, serta studi kasus berbasis kebutuhan industri nyata.
Para peserta bekerja dalam tim untuk menerapkan keterampilan mereka dalam membangun solusi atas tantangan industri sehingga memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital.
Hingga saat ini, program ini telah melatih ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 75 persen peserta berasal dari kota kecil dan menengah. Hal ini mendukung pemerataan akses terhadap pendidikan teknologi di Indonesia.
Keberhasilan Program Asah juga tercermin dari kisah para lulusannya. Salah satunya adalah Alia Jennifer Kim Ritzky, mahasiswi Sistem Informasi dari Universitas Gunadarma, yang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Asah 2025.
"Saya merasakan langsung manfaat Program Asah saat menjalani magang sebagai IT Operations Intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia," ujar Alia.
Pada seremoni kelulusan, Dicoding Indonesia juga mengumumkan bahwa program ini akan kembali hadir dalam beberapa bulan ke depan, melanjutkan komitmen untuk memperluas pendidikan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.
CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono menyatakan Program Asah membuktikan talenta digital unggul dapat lahir dari mana saja. Fakta bahwa sebagian besar peserta berasal dari kota kecil dan menengah menunjukkan bahwa ketika akses dan kesempatan didistribusikan secara merata, potensi luar biasa dapat berkembang.
"Kolaborasi Dicoding dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan serta membangun talenta berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk transformasi digital Indonesia," katanya.
Sementara itu, Managing Director AI and Data Indonesia Accenture Budiono menegaskan melalui Program Asah, mereka membekali mahasiswa tidak hanya dengan keterampilan teknologi mutakhir, termasuk AI, tetapi juga dengan pola pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional yang dibutuhkan untuk berkembang di era AI.
"Investasi pada talenta muda saat ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan," katanya.




