JAKARTA, KOMPAS.TV - Banjir meluas di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Data dari BPBD Kabupaten Grobogan mencatat sekitar 9.000 keluarga terdampak.
"Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat sekitar 9.000 kepala keluarga yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto di Grobogan, Senin (16/2/2026).
Banjir tersebar di 42 desa yang berada di 10 kecamatan. Wahyu menjelaskan, hujan deras terjadi sejak Minggu (15/2) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2) pukul 05.00 WIB. Intensitas tinggi membuat debit air meningkat drastis.
Baca Juga: Modus Pencuri Hotel Mewah di Jakarta Terungkap, Polisi Amankan Pelaku & Laptop Korban
Air kiriman datang dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, Sungai Lusi, dan Sungai Serang. Kondisi ini menyebabkan sungai meluap dan menggenangi permukiman warga serta lahan pertanian.
Sejumlah Tanggul Jebol di Berbagai Titik
Banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga merusak infrastruktur pengendali air.
"Selain merendam rumah dan lahan pertanian, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul jebol, di antaranya tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu; tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung; tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu; serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong," ujarnya mengutip Antara, Senin (16/2).
Kerusakan tanggul memperparah genangan di sejumlah wilayah.
Purwodadi Terdampak Parah, Air Capai 1 Meter
Kecamatan Purwodadi menjadi salah satu wilayah dengan dampak signifikan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- banjir grobogan 2026
- bpbd grobogan
- banjir jawa tengah
- sungai tuntang
- keluarga terdampak
- tanggul jebol





