GenPI.co - Kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebagai operator program MBG malah mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama di tengah banyaknya anak yang mengalami kasus keracunan akibat program ini.
“Setelah meracuni lebih 28.000 anak-anak, Kepala BGN sang operator MBG justru mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama oleh Presiden,” kritik Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto lewat akun Instagram @tiyoardianto_, dikutip Senin (16/2).
Tiyo menyebut MBG menyebabkan lebih dari 28.000 anak di Indonesia keracunan.
Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh, pemerintah justru menganggap angka 28.000 sekadar statistik, bukan tragedi kemanusiaan.
“Tak ada evaluasi bermakna. Yang ada hanya klarifikasi bahwa 28.000 itu bukan nyawa manusia, melainkan angka statistik yang sedemikian kecil menurut Presiden. Sungguh kejam,” tegas dia.
Tiyo juga menyinggung pengalihan anggaran besar-besaran untuk MBG dinilai berdampak pada sektor pendidikan.
Dia menyoroti pemangkasan anggaran pendidikan yang disebut mencapai ratusan triliun rupiah.
Kondisi ini dinilai membuat akses pendidikan tinggi semakin sulit dan nasib guru honorer kian terpinggirkan.
“Rp 223 T anggaran pendidikan dirampas, efeknya banyak yang kehilangan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi dan guru-guru honorer ditelantarkan,” beber dia.
Ketua BEM UGM ini menggarisbawahi dibandingkan untuk MBG, pemerintah hanya perlu Rp 180 triliun untuk menggratiskan seluruh mahasiswa di Indonesia (PTN, PTS, dan PTKIN).(*)
Tonton Video viral berikut:





