Penulis: Adhy Mataratu
TVRINews, Kupang
Proyek pembangunan sentral Sekolah Rakyat (SR) di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini tengah memasuki tahap pelaksanaan konstruksi.
Dalam prosesnya, kegiatan peliputan media di lokasi proyek mengikuti prosedur administratif tertentu.
Pihak kontraktor pelaksana, PT Pembangunan Perumahan (PP) KSO DLJ, menyampaikan bahwa wartawan yang hendak meliput diminta melengkapi dokumen berupa Surat Tugas (ST) dari Balai Cipta Karya Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum, selain surat tugas dari kantor media dan kartu identitas pers.
“Kalau mau meliput apakah ada surat tugas dari Kementerian PU? Kalau mau liput harus ada surat tugas dari Kementerian PU dalam hal ini Cipta Karya,” ujar Joga, salah seorang staf kontraktor, melalui sambungan telepon, Senin, 16 Februari 2026.
Staf lainnya, Yoga, menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merupakan bagian dari prosedur yang dijalankan di lapangan.
“Kami hanya melaksanakan perintah pimpinan dari perusahaan yang sebelumnya mendapat perintah dari pemilik atau pemberi proyek dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” ungkapnya saat ditemui di lokasi proyek.
Menurutnya, mekanisme tersebut dimaksudkan agar seluruh aktivitas di area proyek berjalan tertib dan sesuai arahan pemilik pekerjaan.
“Kalau Bapak mau meliput silakan penuhi syarat-syarat itu dulu baru bisa meliput di lokasi proyek. Kami tidak melarang, tetapi harus penuhi syarat itu,” jelas Yoga.
Berdasarkan informasi di lokasi, proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp238.576.380.880 dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, terhitung sejak 29 Desember 2026 hingga 25 Agustus 2026.
Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare dan mencakup fasilitas pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta Sekolah Menengah Atas (SMA). Masing-masing dilengkapi asrama siswa dan siswi, asrama guru, serta sarana olahraga pendukung.
Hingga kini, proses pekerjaan masih berlangsung. Proyek ini diharapkan dapat menghadirkan fasilitas pendidikan terpadu yang menunjang pemerataan akses pendidikan di wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya.
Editor: Redaksi TVRINews





