Jelang Ramadan, Warga Kampung Budaya Polowijen Malang Lakukan Megengan

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG—Warga Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kota Malang, melakukan ritual budaya megengan, nyadaran, dan arak-arakan, seta wilujengan menyambut Ramadan, Minggu (15/2/2026).

Sebelumnya diluncurkannya KBP Digital, sebuah platform digital berbasis dokumentasi budaya Malangan. Peluncuran dilakukan Prof.  Sutawi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai wujud sinergi antara dunia akademik dan komunitas budaya dalam menjaga warisan lokal di era transformasi digital.

KBP Digital merupakan karya mahasiswa KKN Tematik UMM Berdampak 2026 Kelompok 14 yang selama masa pengabdian mendokumentasikan, menyusun, dan mengemas kekayaan budaya Kampung Budaya Polowijen dalam bentuk e-book dan arsip digital. Platform ini dapat diakses melalui pemindaian barcode yang terhubung ke aplikasi Linktree, sehingga masyarakat luas dapat menjelajahi konten budaya secara praktis dan terbuka.

Adapun isi KBP Digital meliputi e-book dan dokumentasi Topeng Malang, Batik Malang, Wayang Malang, kerajinan anyaman bambu, gerabah, pawon tradisional, hingga ragam makanan dan minuman tradisional khas Malang. Seluruh konten dirancang sebagai bank data budaya yang sistematis, edukatif, sekaligus promotif.

Prof.Sutawi, menyampaikan rasa bangga dan haru atas kontribusi mahasiswa dalam pelestarian budaya melalui pendekatan teknologi.

“Perubahan budaya itu pasti, modernisasi budaya itu perlu, transformasi budaya itu wajib, dan adaptasi budaya itu keniscayaan. Melalui digitalisasi Kampung Budaya Polowijen ini, kita menjadikan teknologi sebagai strategi pelestarian. Budaya harus didata, didokumentasikan, dan dipublikasikan agar dunia mengetahui betapa kaya dan beragamnya budaya kita, khususnya budaya Malangan,” tegasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tradisi tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga terdokumentasi secara ilmiah dan digital agar dapat diakses lintas generasi.

Ki Demang, penggagas Kampung Budaya Polowijen, turut mengapresiasi kerja keras mahasiswa KKN.

Dia menjelaskan bahwa KBP Digital bukan lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran intensif dalam program Sinau Budaya. Mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai ilmu budaya, pariwisata, komunikasi, administrasi kesekretariatan, pengolahan makanan tradisional, kerajinan anyaman, pengelolaan lahan tanaman, pertukangan, hingga produksi konten budaya untuk media sosial.

“Semua ilmu itu kami bagikan kepada mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi praktik langsung di lapangan. KBP Digital adalah hasil dari proses laku budaya dan kerja kolektif,” ujarnya. (K24)

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sifat Asli Nikita Willy Dibongkar Pemain Figuran: Merasa Paling Penting, Tapi Gak Mikirin Orang!
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Kemenag Salurkan Rp350 Juta untuk Pulihkan Ponpes Terdampak Bencana di Tegal
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Preview Playoff Liga Champions: Borussia Dortmund vs Atalanta, Ujian Konsistensi Die Schwarzgelben
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
IKAB-KIP Unhas Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Soppeng Lewat Program Goes to School
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Soroti THR UMKM, DPR: Jangan Hanya Perusahaan Besar yang Dilindungi
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.