Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen memperluas inklusi keuangan syariah melalui penguatan kehadiran fisik dan pengembangan bisnis emas. Komitmen tersebut ditegaskan dalam ajang Sharia Economic Forum 2026 yang digelar di The Tribrata Hotel & Convention Center, Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Forum yang diselenggarakan Metro TV bersama INDEF ini menjadi ruang dialog strategis antara pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam mendorong percepatan ekonomi syariah nasional. Diskusi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan literasi, digitalisasi, hingga sinergi kebijakan guna memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Sejumlah tamu istimewa hadir sebagai narasumber dalam forum ini, yaitu Menteri Agama Nasaruddin Umar; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.
Baca Juga :
Direktur BSI Ungkap Strategi BSI Tembus Rekor Nasabah BaruHadir pula Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho sebagai narasumber dalam sesi diskusi panel bertema Penguatan Inklusi Keuangan Syariah. Pada kesempatan itu, ia memaparkan strategi BSI dalam menjawab tantangan literasi dan inklusi yang masih menjadi pekerjaan rumah industri.
Menjawab pertanyaan mengenai kesenjangan literasi dan inklusi, Ade Cahyo menyampaikan bahwa pertumbuhan BSI dalam lima tahun terakhir ditopang peningkatan literasi masyarakat terhadap perbankan syariah.
"Jadi kita bersyukur, terutama perjalanan Bank Syariah Indonesia dalam lima tahun terakhir. Growth itu memang datang dari satu, tadi disampaikan, ada peningkatan signifikan dari literasi," ujar Ade Cahyo.
Ia menjelaskan, berdasarkan data 2021–2025, terjadi peningkatan signifikan dalam literasi, meskipun inklusi masih menyusul di belakang. BSI pun melakukan riset untuk mengetahui hambatan utama masyarakat dalam beralih ke bank syariah.
"Sebenarnya apa sih yang menjadi gap terbesar di mata masyarakat untuk mereka sitting ke Bank Syariah? Surprisingly, jawaban yang kita dapatkan itu bukan mengenai kesyarihan. Nomor satu jawabannya adalah physical presence," kata Ade Cahyo.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BSI memperkuat jaringan cabang dan menambah 5.000 unit ATM yang ditempatkan di ruang publik, termasuk area transportasi massal. Strategi ini dilakukan untuk membangun persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah.
Langkah tersebut berdampak terhadap pertumbuhan nasabah. Sepanjang 2025, BSI mencatat penambahan lebih dari 2 juta nasabah baru, menjadi rekor tertinggi sejak bank ini berdiri. Secara total, jumlah nasabah telah menembus 23 juta dari posisi 14 juta pada 2021.
Cahyo menilai bahwa preferensi terhadap prinsip syariah pada dasarnya berasal dari individu, sehingga pendekatan BSI tetap fokus pada segmen ritel. Sementara itu, kerja sama korporasi dilakukan sebagai pintu masuk untuk menjangkau pegawai di dalamnya.
Baca Juga :
Metro TV Sharia Economic Forum 2026 Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah NasionalSelain penguatan jaringan, BSI juga mengandalkan izin bullion bank sebagai sumber pertumbuhan baru. Produk emas dalam pecahan kecil, mulai Rp50.000, diperkenalkan untuk memperluas akses investasi masyarakat.
"Responsnya luar biasa. Jumlah kenaikan nasabah hampir 5 kali lipat, 500 persen dalam waktu 8 bulan. Kita sekarang sudah punya hampir 700 ribu pengguna tabungan emas yang receh tadi. Dan tahun ini kita targetkan 2 juta nasabah," kata Ade Cahyo.
Seluruh transaksi emas dilakukan melalui platform digital selama 24 jam, sehingga memudahkan nasabah dalam membeli maupun menjual emas.
Menurut Ade Cahyo, strategi pembelian emas dalam nominal kecil merupakan bentuk adaptasi terhadap kondisi daya beli masyarakat. Pendekatan small ticket size dinilai relevan untuk mendorong masyarakat mulai berinvestasi tanpa harus menunggu dana besar.
(Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Di sisi lain, BSI juga menargetkan penguatan fundamental perusahaan untuk mendukung ambisi masuk jajaran top five global bank syariah dalam lima tahun ke depan. Empat fokus utama yang disiapkan meliputi peningkatan equity menuju KBMI IV, penguatan teknologi digital, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan visibility melalui perluasan kehadiran fisik.
"Physical presence dari BSI masih mau terus kita tingkatkan, sehingga masyarakat bisa melihat langsung ada sebuah Bank Syariah yang hadir di mana-mana dan bisa dipercaya," katanya.
Menutup pernyataannya, Ade Cahyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat ekonomi syariah.
"Terima kasih Metro TV untuk keberpihakannya, tentu ini menjadi suatu sinergi yang baik. Dan kita percaya industri keuangan syariah akan menjadi sangat besar di Indonesia, termasuk dengan dukungan rekan-rekan media," tuturnya.
Melalui strategi tersebut, BSI optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan double digit pada 2026, sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.




