Harga Emas Global Kembali Turun ke Bawah USD 5.000 per Ons

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia turun di bawah USD 5.000 per ons, imbas para pedagang yang mengambil keuntungan setelah kenaikan pada sesi sebelumnya akibat data inflasi AS yang moderat.

Mengutip Bloomberg, harga emas batangan turun hingga 1,5 persen setelah naik 2,4 persen pada perdagangan Jumat (13/2), ketika kenaikan moderat indeks harga konsumen AS Januari. Penurunan 1,5 persen ini meredakan kekhawatiran akan kenaikan harga emas yang lebih besar.

Selain itu, penurunan harga ini juga memperkuat argumen bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga, sehingga berdampak positif pada logam mulia.

“Pasar masih berada dalam fase penyeimbangan kembali antara pembeli dan penjual, tanpa katalis yang jelas untuk menembus kisaran tersebut,” kata seorang Ahli Strategi di Pepperstone Group Ltd, Dilin Wu dikutip dari Bloomberg, Senin (15/2).

“Pada harga USD 5.100, beberapa upaya untuk mendorong harga lebih tinggi gagal, karena aksi ambil untung di puncak harga memicu tekanan jual,” tambahnya.

Dari sisi likuiditas, tutupnya pasar di China tutup minggu ini karena liburan Tahun Baru Imlek membuat likuiditas lebih tipis dari biasanya selama jam perdagangan Asia.

Permintaan logam mulia di China sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, mendorong pihak berwenang di pusat perdagangan ritel Shenzhen untuk mengeluarkan peringatan keras terhadap aktivitas perdagangan emas ilegal.

Peringatan itu mulai dari aplikasi yang menawarkan leverage kepada investor ritel hingga siaran langsung online yang mempromosikan penjualan emas batangan.

Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas USD 5.595 per ons pada akhir Januari. Hal ini didorong oleh gelombang pembelian spekulatif mendorong reli multi-tahun hingga mencapai titik kritis.

Penurunan tajam selama dua hari di awal bulan menyeret harga emas kembali hampir ke USD 4.400 per ons, tetapi emas batangan sejak itu telah pulih sekitar setengah dari kerugiannya dalam perdagangan yang bergejolak.

Seorang Analis di Vantage Markets di Melbourne, Hebe Chen mengatakan pergerakan harga emas baru-baru ini mencerminkan konsolidasi yang teratur dan aksi ambil untung yang ringan, setelah lonjakan di atas USD 5.000. Terlebih angka tersebut menyusul angka inflasi AS pada Jumat (15/2). Pasar AS juga akan tutup pada Senin (16/2) untuk libur Hari Presiden.

Banyak bank memperkirakan emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya, dengan alasan faktor-faktor pendorong di balik reli multi-tahun tetap ada, termasuk ketegangan geopolitik, pertanyaan tentang independensi The Fed, dan pergeseran yang lebih luas dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah.

ANZ Group Holdings Ltd. memperkirakan harga emas batangan akan mencapai USD 5.800 per ons pada Kuartal II 2026 sama seperti sejumlah lembaga keuangan yang telah memperkirakan harga emas yang lebih tinggi.

“Secara struktural, logam ini terus menunjukkan ketahanan, latar belakang makro tetap stabil tetapi tidak mengganggu, dan dukungan teknis tetap utuh,” kata Chen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Salat Tarawih Pertama Ramadan 2026? Ini Jadwal NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil BRI Super League: Comeback Spesial atas PSBS, Persita Kembali ke Jalur Kemenangan
• 22 jam lalubola.com
thumb
Mantan Kapolres Bima Kota Terancam PTDH, Polri: Pelanggaran Narkoba Tak Akan Ditoleransi
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Siapkan Langkah Relokasi bagi Pesantren Terdampak Bencana di Tegal
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Terungkap! Kronologi Pemain PSM Ricky Pratama Diduga Aniaya Pacar Sesuai Laporan ke Polda Sulsel
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.