JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Jawa punya satu tradisi yang tak kalah populer dari ngabuburit: padusan. Tradisi ini identik dengan mandi bersama di sumber air, sehari sebelum puasa dimulai. Bukan sekadar basah-basahan, padusan dimaknai sebagai simbol membersihkan diri, lahir dan batin, sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Secara bahasa, padusan berasal dari kata “adus” yang berarti mandi. Maka, padusan bisa diartikan sebagai mandi suci untuk menyambut Ramadan.
1. Ritual Pembersihan Diri Sebelum Ramadhan
Mengutip Gramedia, dalam praktiknya, masyarakat berbondong-bondong mendatangi sungai, kolam renang, pantai, atau mata air setempat. Mereka mandi bersama dengan keyakinan bahwa air akan menghanyutkan dosa-dosa masa lalu, sehingga bisa menjalani puasa dengan hati dan jiwa yang lebih bersih.
Dari sudut pandang budaya, padusan merupakan tradisi mandi besar sebagai simbol penyucian diri. Tidak ada aturan baku dalam pelaksanaannya. Ada yang cukup mandi biasa dengan niat membersihkan diri, ada pula yang menjalankan prosesi tertentu.
Baca Juga: Kontes Kambing Ras Kaligesing, Harga Mencapai Ratusan Juta Rupiah!
Di Pemandian Umbul Cokro, Klaten, misalnya, tradisi padusan dilakukan dengan cara duduk di depan kolam mata air, lalu mengguyurkan air kembang ke kepala secara bergantian. Sementara di banyak tempat lain, masyarakat cukup mandi dan keramas di sumber air yang dianggap keramat, lalu menikmati suasana kebersamaan.
2. Jejak Sejarah dari Masa Kerajaan
Padusan bukan tradisi baru. Praktik mandi besar untuk penyucian diri sudah ada sejak masa Kerajaan Majapahit. Kala itu, para ksatria, brahmana, hingga empu melakukan ritual serupa sebagai bentuk penyucian spiritual.
Tradisi ini disebut sebagai hasil adopsi budaya Hindu, Buddha, dan animisme yang berkembang di Pulau Jawa sebelum Islam masuk. Ketika Islam mulai menyebar, para Wali Songo memadukan tradisi tersebut dengan nilai-nilai Islam.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- padusan
- tradisi padusan
- budaya jawa
- ramadhan
- wali songo
- umbul manten





