Malam Imlek di Pecinan Glodok, Meriahnya Pasar Lampion dan Doa 24 Jam di Klenteng Toa Se Bio

liputan6.com
13 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kemeriahan perayaan Imlek 2026 begitu sangat terasa sejak memasuki kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Gemerlapnya lampion-lampion di sudut jalan menjadikan kesan Tahun Baru Imlek semakin hangat.

Bukan cuma sudut jalan, hampir di setiap toko juga dilengkapi dengan ornamen merah khas perayaan tersebut. Kue keranjang dan jeruk mandarin juga tak boleh luput dari perhatian.

Advertisement

BACA JUGA: Imlek 2026 di Sukabumi, Doa dan Harapan Mengalir di Vihara Widhi Sakti

Alunan musik-musik Tionghoa seakan tak berhenti sepanjang jalan, menciptakan suasana meriah, sehinggan akan terasa lebih akrab.

Kemeriahan tidak hanya pada bagian pintu masuk kawasan Glodok. Di sebuah jalan sepetak tak jauh dari sana, ada Klenteng Toa Se Bio, yang menjadi salah satu pusat kemeriahan Imlek. Klenteng bersejarah ini terbuka untuk masyarakat, khususnya Tionghoa untuk sama-sama merayakan Imlek tahun ini.

Lampion dan lilin merah tampak mendominasi dekorasi klenteng, serta menjadi simbol sinar terang berderang bagi kehidupan umat manusia. Ornamen khas Tionghia menghiasi setiap sudut klenteng. Tidak sekedar terlihat cantik dan indah, melainkan menambah kesan sakrar.

Di pintu depan, pengurus klenteng menyambut dengan antusias umat yang hadir untuk beribadah.

 

 

 

Lampion dan lilin merah tampak mendominasi dekorasi Klenteng Toa Se Bio yang buka 24 jam selama Imlek. (Liputan6/Rifqy Alief)

Memasuki pintu klenteng, tampak banyak lilin berjejer rapi, ada yang kecil, ada juga yang besar, tapi semuanya tetap harus merah. Salah satu pengurus Klenteng Toa Se Bio, Hartanto Wijaya, menyebut bahwa lilin adalah simbol penerangan umat manusia.

"Ini lilin, sudah ada nama umatnya, tujuannya untuk penerangan gitu loh.  Doa dia supaya usahanya berhasil, keluarganya selamat,  kan begitu".

Semakin malam, suasana klenteng bukan semakin sepi, justru makin ramai masyarakat hadir untuk beribadah. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga orang tua semuanya khusyuk berdoa kepada sang pencipta di sebuah altar. 

Hartanto menyebut, satu hari sebelum Imlek memang identik dengan masyarakat yang datang dan memadati klenteng untuk beribadah. Selain itu, klenteng juga akan mengadakan ibadah bersama.

"Kita persiapan ntar sembahyang jam 11.30 malam. Kita berjamaah, bagi umat yang mau ikut silakan. Tapi kalau mereka enggak mau, ya masing-masing," jelas Hartanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malang Raya Pantau Hilal Ramadan 2026 di Kantor Bupati Sore ini
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Band Asal Toraja Tindoki Rilis “Mana’ to Dolo”, Angkat Pesan Leluhur dan Kritik atas Kerakusan Manusia
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Lagi-lagi Israel Langgar Gencatan Senjata hingga Belasan Orang Tewas di Gaza
• 23 jam laludetik.com
thumb
Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa Ramadan 2026 yang Disiarkan Ditjen Bimas
• 2 jam laludisway.id
thumb
Sejarah dan Makna Barongsai
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.