Hujan sejak Minggu (15/2) malam mengakibatkan sejumlah tanggul di Grobogan, Jawa Tengah, jebol. Salah satu tanggul yang jebol adalah tanggul Sungai Tuntang, pada Senin (16/2) pukul 15.00 WIB.
Perangkat desa setempat menyebut, tahun lalu di titik yang sama, tanggul ini juga jebol. Akibatnya air sungai meluap, dan merendam jalur provinsi yang menghubungkan Semarang dan Purwodadi.
Berikut rangkumannya.
Tanggul Sungai Jebol, 9 Kecamatan di Grobogan Terendam BanjirPeristiwa jebolnya tanggul sungai di Grobogan membuat sembilan kecamatan dan puluhan desa terendam banjir. Hujan deras minggu malam meningkatkan debit air sehingga beberapa tanggul tak mampu menahan aliran sungai.
“Kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang mengakibatkan luapan sungai yang berdampak ke pemukiman,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan, Senin (16/2).
Upaya bersama antara BPBD Jawa Tengah dan masyarakat dilakukan untuk meningkatkan tanggul, khususnya di Sungai Tuntang serta menanggulangi banjir yang merendam desa-desa di kecamatan seperti Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, dan lainnya.
“Kami masih kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang di Desa Trisari, Kecamatan Gubug,” kata Bergas.
Berikut adalah sejumlah wilayah yang terdampak:
Kecamatan Kedungjati7 desa terdampak (2.362 KK),
Ketinggian air 20–40 cm.
Kecamatan Tegowanu2 desa terdampak (600 KK),
Ketinggian 20–30 cm.
Kecamatan GubugDesa Penadaran
Ketinggian 30-50 cm
Kecamatan PurwodadiKelurahan Purwodadi (584 KK terdampak).
Kelurahan Kalongan (±1.180 KK). Ketinggian 1 meter.
Desa Karanganyar dan Ngraji. Ketinggian 20–50 cm.
Kecamatan KarangrayungDesa Karangsono dan Mojoagung
Ketinggian 15–20 cm
Kecamatan GeyerDesa Bangsri
Ketinggian 25 cm
Kecamatan Toroh8 desa terdampak
Ketinggian 30–50 cm
Kecamatan PulokulonDesa Karangharjo
Ketinggian 50 cm
Kecamatan PenawanganDesa Leyangan
Tanggul Sungai Tuntang Grobogan Jebol, Jalur Semarang-Purwodadi Terendam BanjirKerusakan tanggul Sungai Tuntang juga mengakibatkan banjir di jalur provinsi yang menghubungkan Semarang dan Purwodadi, sehingga kendaraan tidak bisa melintas di jalur tersebut.
“Kejadian sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi sama seperti tahun kemarin,” ujar Sekretaris Desa Tinanding Baku Sujarwo.
Banjir tidak hanya merendam jalan utama, tetapi juga pemukiman warga dan area persawahan, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 cm di beberapa titik. Proses evakuasi warga terdampak masih berlangsung.
“Saat ini sedang proses evakuasi warga yang terdampak ke tempat pengungsian. Ketinggian air mencapai 60 cm,” kata dia.
Selain merendam jalan, banjir juga melanda permukiman warga dan merendam area persawahan. Total ada 277 rumah warga dengan total 838 jiwa terdampak banjir. Selain itu, sekitar 30 hektare lahan persawahan juga ikut terendam.
Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Rejosari RT 001, RT 002, RT 003, dan RT 004 RW 002, serta Dusun Mlati RT 001 dan RT 002 RW 003.





