VIVA – Kisah dongeng Macclesfield Town di ajang FA Cup harus berakhir dengan getir. Tim berjuluk The Silkmen itu tersingkir usai kalah tipis 0-1 dari wakil Premier League, Brentford.
Gol semata wayang Brentford tercipta secara dramatis melalui gol bunuh diri bek tengah Macclesfield, Sam Heathcote, pada menit ke-70. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perlawanan heroik Macclesfield yang tampil disiplin dan penuh determinasi.
Meski tersingkir, manajer Macclesfield, John Rooney, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap para pemain. Adik dari legenda Manchester United, Wayne Rooney, itu menilai timnya telah memberikan segalanya di atas lapangan.
“Melihat perjalanan klub ini dan cara kami kalah, saya tidak bisa lebih bangga lagi. Para pemain luar biasa, organisasi tim sangat rapi,” ujar Rooney kepada TNT Sports.
Ia menyoroti perjuangan anak asuhnya yang berstatus semi-profesional, dengan jadwal latihan hanya dua kali dalam sepekan, namun mampu memberikan perlawanan sengit kepada klub Premier League.
Rooney juga memberi apresiasi khusus kepada pelatih Brentford, Keith Andrews, yang menyempatkan diri mendatangi ruang ganti Macclesfield seusai laga.
“Itu gestur yang luar biasa. Dia datang dan berbicara sangat positif tentang kami. Itu pelatih Premier League yang memberikan respek sebesar itu,” ungkap Rooney.
Perjalanan Macclesfield di FA Cup musim ini tak hanya meninggalkan cerita inspiratif, tetapi juga berdampak besar secara finansial. Duel melawan Brentford diperkirakan menghasilkan pemasukan sekitar £400 ribu, sebuah pencapaian penting bagi klub yang sempat dilikuidasi pada 2020 dan bangkit lewat tiga promosi dalam empat musim terakhir.
Dalam jangka pendek, Macclesfield kini mengalihkan fokus ke kompetisi liga dengan target menembus zona playoff. Namun bagi Rooney, ambisi pribadinya jelas: menapaki level manajerial setinggi mungkin.
“Saya ingin melatih setinggi mungkin. Kalau tidak punya ambisi itu, berarti saya berada di olahraga yang salah,” tegasnya.
Membawa Macclesfield melaju hingga babak keempat FA Cup menjadi pencapaian yang bahkan tak pernah ia bayangkan di awal musim.
“Saya masih baru di pekerjaan ini. Hari-hari seperti inilah alasan saya mencintai sepak bola,” pungkas Rooney.





