FAJAR, JAKARTA – Laga leg pertama playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026 menjadi ujian nyali bagi Luciano Spalletti. Juventus akan bertandang ke markas Galatasaray, Rabu (18/2) dini hari.
Berduel di Rams Park yang angker, Si Nyonya Tua terancam tumbang. Mengingat, tuan rumah sedang dalam performa menggila dengan rekor kemenangan beruntun dan produktivitas gol yang mengerikan.
Pertandingan yang dijadwalkan kickoff pukul 00.45 WIB/01.45 Wita ini menandai kembalinya Galatasaray ke panggung elite fase gugur Liga Champions setelah penantian panjang selama 12 tahun.
Motivasi tinggi ini diprediksi akan mengubah Rams Park menjadi “neraka” bagi tim tamu.
Secara statistik di fase liga, Juventus memang finis di posisi ke-13 (13 poin), unggul tujuh tingkat di atas Galatasaray yang berada di posisi ke-20.
Namun, angka-angka tersebut tidak akan berarti banyak di hadapan ribuan pendukung fanatik tim raksasa Turki tersebut.
Dilema Pertahanan Spalletti
Luciano Spalletti sebenarnya telah menanamkan kedisiplinan tinggi pada lini belakang Juventus. Buktinya, mereka tidak terkalahkan dalam lima laga terakhir di Eropa dan sukses mengemas tiga clean sheet berturut-turut.
Namun, ujian nyali yang sebenarnya adalah konsistensi saat bermain di luar Turin.
Masalah utama Juventus musim ini adalah performa tandang. Hanya meraih 5 poin dari 4 laga tandang di fase liga.
Saat ini mental Juve terguncang. Pasalnya baru saja menelan kekalahan tipis 2-3 dari Inter Milan di kancah domestik akhir pekan lalu.
Galatasaray Sedang “On Fire”
Berbeda dengan Juventus yang baru saja terluka, Galatasaray justru sedang berada di puncak performa. Tim asuhan Okan Buruk ini mencatatkan statistik yang mengerikan jelang laga ini.
Mereka mencatat empat kemenangan beruntun, Menyapu bersih semua laga terakhir di berbagai kompetisi.
Selain itu Galatasaray memiliki mesin gol mematikan. Berhasil melesakkan 15 gol dalam empat pertandingan tersebut.
Kekuatan lainnya, memiliki keseimbangan transisi. Lini tengah yang sangat dinamis dalam memutus serangan lawan.
Dengan gaya main agresif sejak menit awal, Galatasaray diprediksi akan menekan habis-habisan. Tujuannya untuk mengamankan modal kemenangan sebelum bertandang ke Turin pada leg kedua. (*)





