Tentukan Awal Ramadhan, Jatim Gelar Pengamatan Hilal di 21 Lokasi

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

SIDOARJO, KOMPAS - Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar rukyatul hilal di 21 lokasi pada Selasa (17/2/2026) untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Hasil rukyat tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat di Kementerian Agama.

Pengamatan bulan (hilal) dilaksanakan saat matahari terbenam hingga beberapa saat setelahnya di sejumlah titik strategis di Jawa Timur. Berdasarkan data Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, lokasi melihat bulan (rukyatul hilal) tahun ini adalah di Kota Blitar, Pacitan, dan Banyuwangi.

Selain itu, pengamatan digelar di Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Blitar, Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, dan Ponorogo.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Munir, mengatakan lokasi pengamatan diseleksi dengan berbagai pertimbangan, antara lain keterbukaan ufuk barat, minim polusi cahaya, kondisi atmosfer yang baik, kemudahan aksesibilitas, dan keamanan lokasi.

Baca JugaLebih Dewasa Menghadapi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026

Pelaksanaan rukyatul hilal tidak hanya melibatkan Kementerian Agama melainkan juga hakim Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Selain itu, pengamatan juga melibatkan para ahli ilmu falak, sejumlah perguruan tinggi, pondok pesantren, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Sinergi lintas sektor ini bertujuan memastikan proses rukyat berjalan objektif, ilmiah, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku,” ujar Munir, Selasa (17/2/2026).

Munir menambahkan, berdasarkan kriteria imkanur rukyat Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal dinyatakan memenuhi kriteria imkanur rukyat apabila memiliki tinggi hilal mar’i minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam.

Imkanur rukyat adalah kriteria yang menetapkan bahwa awal bulan Hijriah terjadi apabila hilal sudah teramati, atau secara teori hisab, hilal sudah mungkin untuk dilihat.

Baca JugaRamadhan, Bulan Perjuangan

Elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan terlihatnya hilal. Semakin besar elongasi, semakin besar peluang hilal dapat teramati.

Munir mengatakan, rukyatul hilal merupakan bagian dari pelayanan keagamaan negara kepada umat Islam. Kegiatan tersebut bentuk ikhtiar ilmiah dan syar’i dalam menentukan awal Ramadhan. Oleh karena itu, pihaknya memastikan prosesnya dilakukan secara profesional, melibatkan para ahli falak dan unsur terkait, serta mengacu pada kriteria yang telah disepakati.

Ia mengakui ada sejumlah tantangan di lapangan yang harus dihadapi saat rukyat, seperti keterbatasan lokasi yang layak dan akses yang sulit. Selain itu, kondisi cuaca seperti awan tebal atau mendung sering menjadi faktor penentu keberhasilan pengamatan.

“Meski demikian, kami tetap optimistis dan berkomitmen melaksanakan rukyat secara transparan dan akuntabel. Hasilnya akan dilaporkan sebagai bagian dari bahan pertimbangan Sidang Isbat di tingkat pusat,” kata Munir.

Melalui pelaksanaan rukyatul hilal ini, Kanwil Kemenag Jawa Timur berharap penetapan awal Ramadhan 1447 H dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi umat Islam dalam menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan dan khidmat.

Pemantauan hilal awal Ramadhan 1447 H  hari ini berlangsung di 96 lokasi di Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad mengatakan, sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (5/2/2026) sebagaimana dikutip melalui laman resmi Kementerian Agama.

Baca JugaLebaran Masih Lama, Mereka Sudah Belanja



 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Sebut Imlek Jadi Momentum Perkuat Keadilan dan Persatuan
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Sambut Ramadhan 1447 H, HMI ATIM Gelar Bakti Sosial dalam Momentum Dies Natalis ke-79 Tahun
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Spesialis Pencuri di Ballroom Hotel Mewah Jakarta Diringkus Polisi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SUV Rp3,6 M Ini Bisa Lari 6 Detik Jadi Mainan Baru Kaum Tajir
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Keluarga Korban Pria Paruh Baya yang Tewas di Tikala Toraja Utara Tolak Autopsi
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.