PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jadwal dan target penyelesaian realisasi sisa dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Hingga akhir Desember 2025, emiten teknologi itu tercatat masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp 4,28 triliun atau setara 19,56% dari total dana bersih yang diraih.
Dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/2), manajemen BUKA mengungkapkan bahwa perusahaan telah merealisasikan dana IPO sebesar Rp 17,04 triliun. Jumlah itu setara dengan 77,81% dari total dana IPO BUKA yang mencapai Rp 21,9 triliun.
Namun, penggunaan dana untuk modal kerja perseroan masih menyisakan porsi yang cukup besar, yakni 89,31% yang belum terpakai hingga tutup tahun 2025. Manajemen menjelaskan, belum terealisasinya seluruh dana tersebut adalah bagian dari prinsip kehati-hatian (prudent) dan selektif dalam pengelolaan modal.
"Pendekatan tersebut merupakan bagian dari disiplin pengelolaan modal dan likuiditas perseroan, dengan mempertimbangkan kondisi usaha serta dinamika ekonomi dan industri yang relevan," tulis manajemen BUKA dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (17/2/2026).
Saat ini, sisa dana jumbo tersebut ditempatkan pada instrumen keuangan berisiko rendah seperti deposito, giro, dan obligasi. Menurut BUKA, langkah itu bertujuan untuk menjaga nilai dana sekaligus memastikan ketersediaan likuiditas yang optimal.
Sejumlah entitas anak usaha Bukalapak juga mencatatkan sisa dana IPO yang bervariasi. Berikut perinciannya:
- PT Buka Mitra Indonesia: Sisa dana belum terealisasi sebesar 47,75%.
- PT Buka Usaha Indonesia: Sisa dana belum terealisasi mencapai 79,57%.
- PT Buka Pengadaan Indonesia: Sisa dana belum terealisasi sebesar 83,49%.
- PT Buka Investasi Bersama: Sisa dana belum terealisasi sebesar 24,57%.
- Bukalapak Pte Ltd: Sisa dana belum terealisasi sebesar 9,88%.
Manajemen menegaskan, keterlambatan ini bukan disebabkan oleh kendala operasional atau regulasi, melainkan murni penyesuaian strategis merespons kondisi makroekonomi. Penyesuaian jadwal dan target penyelesaian realisasi dana ini rencananya akan disampaikan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.
"Perseroan menegaskan komitmennya untuk merealisasikan penggunaan sisa dana IPO sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada publik," tulis manajemen BUKA.
Kelanjutan Buyback Tahap IIISelain soal dana IPO, Bukalapak juga mengonfirmasi telah menyelesaikan aksi pembelian kembali saham (buyback) Tahap III pada 29 Januari 2026. Terkait pelaksanaan ini, perseroan menyatakan tidak memiliki informasi adanya pihak afiliasi yang terlibat, mengingat transaksi dilakukan melalui mekanisme bursa menggunakan jasa perantara pedagang efek.
Lebih lanjut, BUKA berencana tetap memanfaatkan sisa plafon buyback sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah proses transformasi bisnis yang sedang berjalan.




