Surabaya, tvOnenews.com - Warga Kampung Pecinan Tambak Bayan, Surabaya, merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Tahun Kuda Api dengan penuh kesederhanaan dan kemeriahan. Perayaan dimulai sejak malam pergantian tahun dengan berbagai acara, termasuk barongsai dan tari tradisional Tionghoa.
Warga kampung saling berkunjung dan makan bersama, mirip tradisi Unjung-unjung saat lebaran, dan membagikan angpao kepada anak-anak dan orang tua. Tradisi ini diyakini dapat membawa berkah dan memperlancar rezeki di tahun baru.
"Kampung Tambak Bayan sudah menjadi kampung halaman bagi sebagian besar pecinan kurang beruntung secara sosial. Mereka sebagian besar telah tumbuh dan merantau ke wilayah lain, namun seluruh warga peranakan Tionghoa Tambak Bayan ini akan selalu pulang saat Imlek tiba, yah mirip lebaran lah kalau traidis muslim," kata Liem Swie Kim, warga Tambak Bayan.
Soe Seno, tokoh warga Tambak Bayan, menambahkan bahwa kampung ini telah menjadi simbol pluralisme dan kerukunan antar etnis di Surabaya.
"Peranakan Kampung Tambak Bayan dulu merupakan imigran dari Tiongkok di tahun 40-an dan bekerja sebagai pandai besi dan bengkel kereta kuda milik pemerintah Hindia Belanda," katanya.
Perayaan Imlek di Kampung Bayan menjadi bagian kalender wisata Kota Surabaya, sebagai kota pecinan terbesar di Pulau Jawa. Kota Surabaya merupakan kampung halaman bagi etnis keturunan Tionghoa yang telah berbaur dalam harmoni warga kota yang multi etnis. (zaz/hen)




