TABLOIDBINTANG.COM - Upaya memperkuat literasi gizi keluarga kembali digaungkan. Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional 2026, Danone Specialized Nutrition Indonesia menghadirkan forum edukasi bertajuk Health Corner dengan tema “Gizi Lengkap, Anak Tinggi & Cepat Tanggap” untuk mengingatkan pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang pada anak usia 1–5 tahun.
Kegiatan ini menghadirkan dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, serta Dhea Ananda sebagai ibu dan figur publik. Forum tersebut membahas tantangan nyata yang dihadapi orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak di masa pertumbuhan emas.
Data survei menyebut, sekitar 60% orang tua menjadikan tinggi badan dan kemampuan kognitif sebagai indikator utama tumbuh kembang anak.
Namun, tantangan pemahaman gizi masih cukup besar. Sebanyak 69,76% responden mengaku belum memahami perbedaan zat gizi makro dan mikro. Bahkan, 62,87% menyebut vitamin dan mineral sebagai nutrisi yang paling sulit dipenuhi setiap hari.
Selain itu, 69% orang tua mengungkapkan bahwa anak yang pilih-pilih makanan menjadi hambatan terbesar dalam mencukupi kebutuhan gizi.
Dalam diskusi tersebut, dr. Juwalita menegaskan bahwa kecukupan gizi tidak hanya soal rasa kenyang. “Orang tua memiliki andil besar dalam menentukan apa yang akan dimakan oleh anak, kapan anak makan, dan bagaimana anak akan makan. Namun, anak sendiri yang menentukan seberapa banyak ia akan makan. Oleh sebab itu, dalam proses pemberian makan, tidak boleh ada unsur pemaksaan,” ungkap dr. Juwalita.
Ia menjelaskan bahwa pada usia 1–5 tahun, anak membutuhkan keseimbangan nutrien makro seperti karbohidrat dan protein, serta nutrien mikro seperti zat besi, vitamin A, vitamin D, zinc, dan DHA yang berperan penting dalam perkembangan otak. Selain nutrisi, stimulasi seperti mengajak anak berbicara, membaca buku, dan bermain bersama juga menjadi fondasi penting tumbuh kembang.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Ray menyoroti pentingnya kualitas asupan harian anak. “Banyak orang tua merasa anak sudah cukup makan. Namun, kenyang belum tentu lengkap. Anak membutuhkan kombinasi protein berkualitas, zat besi, zinc, vitamin C, DHA, Omega-3, serta berbagai vitamin dan mineral esensial lainnya untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitifnya,” ujar Dr. Ray.
Ia juga memaparkan hasil riset Danone Indonesia bersama Indonesia Nutrition Association (INA) yang menunjukkan bahwa jumlah anak yang mengonsumsi susu terfortifikasi zat besi, delapan kali lebih banyak anak yang tercukupi kebutuhan zat besinya dan anak dengan cukup zat besi terbukti 20% lebih tinggi.
Artis Dhea Ananda turut membagikan pengalamannya menghadapi anak yang selektif dalam memilih makanan. Sebagai orang tua, Dhea tentu ingin anak tumbuh tinggi, berat badannya ideal, dan kemampuan kognitifnya berkembang dengan baik.
"Namun, saya menyadari bahwa memahami kebutuhan nutrisi anak secara menyeluruh tidak sesederhana itu. Awalnya, saya juga belum terlalu memahami perbedaan antara zat gizi makro dan mikro. Yang saya tahu hanya sebatas karbohidrat, protein, dan serat. Padahal, vitamin dan mineral justru memiliki peran penting dan sering kali lebih menantang untuk dipenuhi setiap hari,” ungkap Dhea.
“Banyak orang tua merasa anak sudah makan cukup, tetapi belum tentu nutrisinya sudah lengkap. Edukasi yang tepat membantu saya lebih percaya diri dalam memilih asupan, termasuk memberikan susu fortifikasi untuk membantu melengkapi kebutuhan mikronutrien anak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang," lanjutnya.



