PAPION Kolaborasi Bareng Dept lewat Lagu Chocolate

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Grup musik wanita asal Indonesia, PAPION resmi memulai debut internasional melalui kolaborasi apik dengan musisi asal Korea Selatan, Dept, lewat single terbaru bertajuk Chocolate. Chocolate menyimpan pesan mendalam tentang realita hubungan.

Di banyak negara Asia Timur seperti Korea Selatan, Jepang, dan China, cokelat adalah simbol universal untuk mengungkapkan perhatian. Namun, PAPION dan Dept memilih membawa simbol ini ke ruang yang lebih jujur. Bahwa cinta, layaknya cokelat, selalu memiliki sisi pahit yang mendewasakan.

Bagi Dept, lagu ini adalah cerminan dari emosi yang pernah ia lalui sendiri.

"Aku mengalami banyak cinta yang rasanya manis sekaligus pahit. Cinta itu enggak selalu manis. Kadang pahit, kadang sedih, dan sering kali semuanya bercampur," ungkap Dept.

"Lagu ini memuat banyak spektrum emosi dalam cinta, dan itu alasan kenapa aku membuatnya," lanjutnya.

Dalam lagu ini, cinta awalnya sangat memikat, tetapi perlahan berubah menjadi rasa getir. Naia, salah satu member PAPION, menceritakan caranya mendalami lirik yang sangat relevan dengan banyak orang.

"Aku membayangkan sebuah hubungan yang awalnya terasa luar biasa, penuh cinta di awal, hampir seperti love boombing. Seiring waktu, perlahan menjauh dan lupa bagaimana rasanya di awal. Kamu ingin kembali ke momen itu, tapi sudah tidak bisa. Rasanya pahit-manis, seperti cokelat," tutur Naia.

Ada Unsur Kendang

Secara musikal, Chocolate menyajikan warna khas Dept yang melankolis, dan berpadu sempurna dengan karakter vokal lembut para member PAPION.

Menariknya, Dept memberi sentuhan lokal Indonesia dengan memasukkan instrumen kendang ke dalam aransemennya.

Proses kerja sama ini meninggalkan kesan mendalam bagi PAPION. Naufa, member PAPION lainnya, menyebut Dept sangat berbeda dengan musik mellow yang ia ciptakan.

"Dia orangnya kocak dan energinya tinggi banget, berseberangan dengan genre musiknya yang mellow dan slow. Justru kontras itu yang bikin proses kerja bareng jadi seru," kenang Naufa.

Kagum dengan Potensi PAPION

Dept mengaku sudah lama melihat perkembangan PAPION sejak mereka merilis karya sebelumnya.

"Sejak aku mengenal PAPION dan mendengarkan Push the Button, aku merasa mereka sangat berbakat dan aku ingin berkolaborasi dengan mereka," ujar Dept.

Keyakinan Dept terbukti saat mereka masuk ke ruang rekaman. Dept meluangkan waktu hampir satu minggu di Indonesia untuk mendalami budaya lokal sekaligus mematangkan produksi.

"Setiap member bernyanyi dengan sangat baik, dan saat proses rekaman aku bisa melihat potensi mereka," tambah Dept.

Single Chocolate Tersedia dalam Dua Bahasa

Untuk menjangkau pendengar lebih luas, Chocolate dirilis dalam dua versi, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. PAPION dan Dept ingin menyentuh pendengar lintas budaya yang lebih luas.

Bersamaan dengan audionya, sebuah visualizer resmi juga telah diluncurkan di kanal YouTube. Dengan konsep visual yang minimalis, video tersebut menangkap suasana sunyi dan intim.

Kini, Chocolate sudah bisa dinikmati di seluruh platform musik digital, karya yang mengingatkan meski cinta kadang pahit, ia jadi bagian dari perjalanan hidup yang tak terlupakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masjid Al-Azhar Tunggu Hasil Sidang Isbat untuk Memulai Awal Puasa Ramadan
• 2 jam laludisway.id
thumb
Sheikh Sultan bin Ahmed Tinjau Shanghai Film Studios dan Stadion Klub Sepak Bola Shanghai, Perkuat Kerja Sama Media dan Olahr
• 9 jam lalupantau.com
thumb
KKP Hentikan Sementara Aktivitas PT SSM di Gresik karena Dugaan Pelanggaran Ruang Laut
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Lebih dari 172 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api saat Arus Balik Imlek
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung UU KPK Kembali ke Versi Lama, Jokowi Cuma Mau Mengembalikan Reputasi
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.