5 Kesalahan Umum dalam Investasi Emas Digital yang Harus Dihindari Agar Tidak Rugi!

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi transaksi emas. Per 31 Maret 2025, saldo emas di BSI Emas Digital tumbuh 231 persen atau setara Rp772 Miliar secara tahunan (YoY).   (Sumber: BSI)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Investasi emas digital semakin diminati masyarakat karena mudah diakses dan lebih fleksibel bagi investor. Melalui platform online, masyarakat bisa membeli emas dengan modal kecil tanpa harus menyimpan bentuk fisiknya secara langsung.

Kemudahan tersebut membuat investasi emas digital kian populer, terutama di kalangan investor pemula. Namun, emas digital tetap memiliki risiko dan karakteristik khusus yang perlu dipahami agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.

Sayangnya, masih banyak investor yang melakukan kesalahan karena kurang riset dan hanya mengikuti tren. Investor emas digital kerap salah memahami risiko fluktuasi harga, mengabaikan biaya administrasi, hingga menjadikan emas sebagai instrumen spekulasi jangka pendek.

Baca Juga: Investasi Emas Digital vs Emas Fisik: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Agar investasi tetap aman dan menguntungkan, penting untuk memahami kesalahan investasi emas digital yang harus dihindari sejak awal.

Melansir laman resmi Pegadaian, berikut beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan sebelum mulai membeli emas digital.

1. Menganggap Emas Sebagai Aset Tanpa Risiko

Banyak investor pemula menganggap emas sebagai aset yang selalu aman dan tidak pernah turun nilainya. Padahal, harga emas tetap bisa mengalami fluktuasi mengikuti kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan suku bunga. 

Jika membeli emas saat harga sedang tinggi tanpa perhitungan, investor berisiko mengalami kerugian ketika harga turun. Penting memahami bahwa emas memang cenderung stabil dalam jangka panjang, tetapi tetap memiliki risiko pergerakan harga.

2. Emas Digital Bukan Tabungan yang Dijamin

Kesalahan investasi emas digital yang harus dihindari berikutnya adalah menganggap emas digital sama seperti tabungan bank. Berbeda dengan tabungan, emas digital tidak memiliki jaminan nilai tetap atau perlindungan penuh seperti simpanan yang dijamin LPS. 

Nilai emas digital bisa naik dan turun tergantung harga pasar. Oleh sebab itu, investor perlu memahami bahwa emas digital adalah instrumen investasi, bukan produk simpanan dengan jaminan keuntungan.

Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Pegadaian

Tag
  • EMAS digital
  • Investasi EMAS digital
  • Kesalahan Investasi EMAS digital
  • EMAS
  • strategi investasi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ihwal Kasus Bahar bin Smith Diduga Aniaya Anggota Banser, Kuasa Hukum: Sedang Mengupayakan Upaya Damai
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Ramadan, Warga Kampung Budaya Polowijen Malang Lakukan Megengan
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
14 Tips Menghilangkan Bau Kaki
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tayang Lebaran 2026, Film Pelangi Di Mars Bisa Saingi Jumbo?
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
Hilal Tak Terlihat di Makassar, Kemenag Sulsel Tunggu Sidang Isbat Pemerintah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.