JAKARTA, KOMPAS.TV- Investasi emas digital semakin diminati masyarakat karena mudah diakses dan lebih fleksibel bagi investor. Melalui platform online, masyarakat bisa membeli emas dengan modal kecil tanpa harus menyimpan bentuk fisiknya secara langsung.
Kemudahan tersebut membuat investasi emas digital kian populer, terutama di kalangan investor pemula. Namun, emas digital tetap memiliki risiko dan karakteristik khusus yang perlu dipahami agar tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari.
Sayangnya, masih banyak investor yang melakukan kesalahan karena kurang riset dan hanya mengikuti tren. Investor emas digital kerap salah memahami risiko fluktuasi harga, mengabaikan biaya administrasi, hingga menjadikan emas sebagai instrumen spekulasi jangka pendek.
Baca Juga: Investasi Emas Digital vs Emas Fisik: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Agar investasi tetap aman dan menguntungkan, penting untuk memahami kesalahan investasi emas digital yang harus dihindari sejak awal.
Melansir laman resmi Pegadaian, berikut beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan sebelum mulai membeli emas digital.
1. Menganggap Emas Sebagai Aset Tanpa Risiko
Banyak investor pemula menganggap emas sebagai aset yang selalu aman dan tidak pernah turun nilainya. Padahal, harga emas tetap bisa mengalami fluktuasi mengikuti kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan suku bunga.
Jika membeli emas saat harga sedang tinggi tanpa perhitungan, investor berisiko mengalami kerugian ketika harga turun. Penting memahami bahwa emas memang cenderung stabil dalam jangka panjang, tetapi tetap memiliki risiko pergerakan harga.
2. Emas Digital Bukan Tabungan yang Dijamin
Kesalahan investasi emas digital yang harus dihindari berikutnya adalah menganggap emas digital sama seperti tabungan bank. Berbeda dengan tabungan, emas digital tidak memiliki jaminan nilai tetap atau perlindungan penuh seperti simpanan yang dijamin LPS.
Nilai emas digital bisa naik dan turun tergantung harga pasar. Oleh sebab itu, investor perlu memahami bahwa emas digital adalah instrumen investasi, bukan produk simpanan dengan jaminan keuntungan.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Pegadaian
- EMAS digital
- Investasi EMAS digital
- Kesalahan Investasi EMAS digital
- EMAS
- strategi investasi





