Jakarta, tvOnenews.com- Malam ini (17/2) umat muslim Muhammadiyah sudah menjalankan shalat Tarawih. Sementara NU mengikuti pemerintah pada Kamis (19/2).
Shalat tarawih bagian dari amalan sunnah yang dilakukan saat bulan ramadhan. Lantas, bagaimana jika muslimah tidak menggunakan mukena saat shalat?.
Sehubungan dengan pertanyaan tersebut, keutamaan mukena pernah dijelaskan Buya Yahya. Ternyata ada hal yang jarang dipahami umat muslim.
- YouTube Al Bahjah TV
Mengutip ceramahnya, pendakwah Indonesia itu mengatakan penggunaan mukena bagi umat muslim tidak wajib.
Walaupun secara umum dipahami, penggunaan Mukena untuk shalat menjadi wajib. Sebab jadi salah satu bagian perlengkapan untuk menutup aurat.
Pengasuh pondok pesantren LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma'arif disapa Buya Yahya menjelaskan shalat sebenarnya tidak harus menggunakan mukena.
"Siapa yang mengatakan shalat harus pakai mukena?" tanya Buya Yahya mengawali penjelasannya, dikutip dari YouTube Albahjah TV, Selasa (17/2).
- dok ilustrasi nu gresik
Dengan demikian, katanya ada pemahaman keliru mengenai keharusan penggunaan mukena dalam shalat.
Maka dari itu, shalat tarawih di bulan ramadhan, nanti pertimbangkan pakaian yang anda kenakan sesuai syariat Islam, jadi hukum tidak pakai mukena tidak masalah karena tidaklah wajib.
Menurutnya terpenting adalah menutup aurat saat shalat, bukan hanya sekadar menggunakan mukena, tetapi perlu juga mengenakan pakaian sesuai syariat Islam.
"Pakai baju begini sudah cukup. Tinggal kaus kaki aja karena kaki tidak boleh terlihat," jelasnya.
“Ibu-ibu dengan pakaian muslimahnya sudah bisa salat, tidak harus pakai mukena khusus," pungkas Buya.
Sebagaimana dijelaskan, dalam hadits dari Abu Hurairah RA dalam Kitab Adzan dan Salat oleh Imam Bukhari dan Muslim, berikut bunyinya:
إذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قُضِيَ النِّدَاءُ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوبَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّنْوِيبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا، وَاذْكُرْ كَذَا لَمَا لَمْ يَذْكُرْ مِنْ قَبْلُ حَتَّى يَظلُّ الرَّجُلُ مَايَدْرِى كَمْ صَلَّى مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.إذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ




