Jakarta, VIVA – Camilan berbahan dasar kentang seolah tak pernah kehilangan penggemar di Indonesia. Dari kentang goreng klasik di gerai cepat saji hingga kreasi kekinian dengan aneka saus dan bumbu tabur, menu ini menjadi pilihan praktis untuk teman nongkrong, bekerja, hingga sekadar selingan di tengah aktivitas padat kota.
Karakternya yang ringan, mudah disantap, dan fleksibel dipadukan dengan berbagai rasa membuat kentang goreng terus berevolusi mengikuti selera generasi muda dan keluarga urban. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Di tengah tren tersebut, satu lagi brand camilan kentang asal Malaysia resmi meramaikan pasar Tanah Air. Happy Potato, yang dikenal dengan konsep shaker fries, membuka gerai pertamanya di Indonesia dan memilih Gajah Mada Plaza sebagai lokasi debutnya.
Gerai perdananya berada di lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut, kawasan komersial yang dikenal memiliki mobilitas pengunjung cukup tinggi. Konsep ruangannya dirancang modern dan kasual, menyesuaikan karakter konsumen urban yang mengutamakan kepraktisan namun tetap mencari pengalaman berbeda saat menikmati camilan.
Happy Potato membawa konsep shaker fries, yakni penyajian kentang goreng yang dikombinasikan dengan berbagai varian bumbu tabur melalui proses pengocokan (shaking) sebelum disajikan kepada konsumen. Teknik ini menghadirkan sensasi rasa yang lebih merata sekaligus memberi elemen interaktif dalam proses penyajian.
Menurut Management Happy Potato Indonesia, Junsius Manulang, Indonesia dinilai sebagai pasar yang dinamis untuk industri makanan dan minuman.
“Pasar Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif di sektor food & beverage, khususnya pada kategori camilan yang menyasar generasi muda dan keluarga urban. Kami melihat adanya kebutuhan terhadap pilihan produk yang praktis dengan konsep yang berbeda,” ujar Junsius dalam keterangannya, dikutip Selasa 17 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa pembukaan gerai pertama ini menjadi langkah awal untuk membaca karakter konsumen lokal.
“Melalui kehadiran gerai perdana ini, kami ingin mempelajari respons pasar sekaligus membangun fondasi operasional yang berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.





