MENJALANI puasa Ramadan bagi lansia memerlukan perhatian ekstra karena perubahan pola makan, hidrasi, dan aktivitas fisik dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Berikut beberapa tips kesehatan agar puasa tetap aman dan nyaman bagi lansia:
1. Pilih Menu Sahur Bergizi dan RinganSahur menjadi momen penting untuk menjaga energi selama berpuasa. Lansia disarankan mengonsumsi:
-
Karbohidrat kompleks (oatmeal, roti gandum) untuk energi bertahan lama
Baca juga : Tips Menjaga Kebugaran Saat Menjalani Hari Pertama Puasa Ramadan
-
Protein (telur, ikan, tahu/tempe) untuk menjaga otot
-
Buah dan sayur kaya serat untuk pencernaan yang lancar
Hindari makanan terlalu berlemak atau terlalu pedas karena dapat mengganggu pencernaan.
Baca juga : Hindari Tiga Makanan Ini Saat Sahur untuk Puasa Lebih Nyaman
2. Perhatikan Hidrasi TubuhLansia lebih rentan mengalami dehidrasi. Pastikan minum cukup air saat sahur dan berbuka, minimal 8 gelas per hari. Jus buah segar tanpa tambahan gula bisa menjadi alternatif untuk menambah cairan dan vitamin.
3. Atur Waktu dan Intensitas Aktivitas-
Hindari aktivitas fisik berat saat berpuasa, terutama di siang hari
-
Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki pendek atau peregangan di pagi atau sore hari setelah berbuka
Saat berbuka:
-
Mulai dengan minuman hangat dan kurma untuk mengembalikan gula darah
-
Konsumsi makanan utama dengan porsi kecil, hindari langsung makan berat
Lansia dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Jika mengalami pusing, lemas, atau gejala kesehatan lainnya, segera hentikan puasa dan minta pertolongan medis.
6. Tidur dan Istirahat yang CukupTidur cukup sangat penting bagi lansia untuk menjaga sistem imun dan kebugaran tubuh. Hindari begadang larut malam, meskipun sahur membutuhkan bangun lebih awal.
Kesimpulan:
Dengan memperhatikan pola makan bergizi, hidrasi, aktivitas fisik ringan, serta istirahat cukup, lansia dapat menjalani puasa Ramadan dengan aman dan tetap sehat. Konsultasi rutin dengan tenaga medis tetap dianjurkan bagi lansia dengan kondisi kesehatan khusus. (Cah/P-3)





