Pantau - Lintas Raya Terpadu Sumatera Selatan memfasilitasi penumpang yang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka puasa di dalam rangkaian kereta selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk toleransi bagi pengguna yang masih berada dalam perjalanan saat waktu Maghrib tiba.
Kebijakan tersebut disampaikan Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti, di Palembang pada Selasa.
Aida menyampaikan, "Selama ini aturan di dalam LRT melarang penumpang makan dan minum demi kenyamanan bersama. Namun khusus bulan Ramadhan, kami membolehkan penumpang berbuka puasa di dalam kereta dengan ketentuan hanya makanan ringan atau snack serta minuman dalam tumbler atau botol," katanya.
Ia menjelaskan ketentuan berbuka puasa di dalam kereta hanya diperbolehkan untuk makanan ringan atau snack serta minuman yang dibawa menggunakan tumbler atau botol.
Petugas di dalam rangkaian kereta akan mengingatkan penumpang ketika waktu berbuka puasa telah tiba.
Penumpang diminta tetap menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah di dalam kereta serta menjaga ketertiban agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna lainnya.
Jadwal Operasional dan Headway Tetap NormalPerjalanan terakhir LRT tetap beroperasi seperti biasa, yaitu pukul 19.01 WIB dari Stasiun DJKA dan pukul 19.55 WIB dari Stasiun Bandara.
Jadwal tersebut memungkinkan penumpang masih berada dalam perjalanan ketika waktu Maghrib tiba.
Selama operasional Ramadhan 1447 H, LRT Sumsel tetap melayani 94 perjalanan setiap hari mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB.
Jarak antar kereta atau headway sekitar 18 menit.
Data Penumpang dan Konektivitas ke BandaraBerdasarkan data periode 1 Januari hingga 16 Februari 2026, jumlah penumpang LRT Sumsel tercatat sebanyak 571.837 orang.
Rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 12.166 orang.
Jumlah penumpang terbanyak terjadi pada 1 Januari 2026 dengan total 37.461 penumpang.
Empat stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak hingga pertengahan Februari 2026 adalah Stasiun Asrama Haji sebanyak 114.026 penumpang.
Stasiun Ampera mencatat 89.928 penumpang.
Stasiun DJKA mencatat 77.108 penumpang.
Stasiun Bumi Sriwijaya mencatat 65.236 penumpang.
Layanan LRT Sumsel terhubung langsung ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai bagian dari konektivitas antarmoda.
Konektivitas ini memudahkan masyarakat untuk melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat udara.
Penumpang yang akan melanjutkan perjalanan udara diimbau memilih jadwal keberangkatan LRT minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan.
Penumpang juga diminta memperhatikan ketentuan waktu check-in masing-masing maskapai penerbangan.
Aida menyampaikan, "PT KAI bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Aida.
LRT Sumsel terus berkembang sebagai transportasi massal modern yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta memangkas waktu tempuh perjalanan.




