tvOnenews.com - Ramadhan bukan hanya momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan emas bagi tubuh untuk melakukan proses pemulihan alami.
Selama kurang lebih 12–14 jam setiap harinya, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman, sehingga sistem metabolisme memiliki waktu untuk beristirahat sekaligus memperbaiki berbagai fungsi penting di dalam tubuh.
Tak heran jika banyak orang merasa tubuhnya lebih ringan, pikiran lebih jernih, hingga daya tahan tubuh meningkat selama menjalani puasa.
Namun, manfaat tersebut ternyata tidak otomatis dirasakan semua orang.
Pola makan saat sahur dan berbuka menjadi penentu utama apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi kesehatan, atau justru sebaliknya.
- Pexels/Thirdman
Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, puasa memiliki banyak manfaat luar biasa bagi tubuh, di antaranya:
* Membersihkan tubuh
* Meningkatkan daya otak
* Membentuk massa otot jika diiringi olahraga
* Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Namun beliau mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya bisa didapat jika pola makan dijaga dengan baik selama Ramadhan.
"Tapi syaratnya, tidak akan berefek kalau makannya ngawur," tegas dr Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTube SAHABAT Dr.Zaidul Akbar.
Dua “Biang Kerok” yang Harus DihindariLebih lanjut, dr Zaidul Akbar menyebut ada dua jenis asupan yang sebaiknya dikurangi bahkan dihindari selama bulan Ramadhan.
"Ada dua biang keroknya, trans fat atau lemak trans dan yang kedua gula olahan," ungkapnya.
Lemak trans banyak ditemukan pada makanan olahan seperti gorengan berulang kali pakai minyak, margarin, makanan cepat saji, hingga camilan kemasan.
Sementara gula olahan biasanya berasal dari gula pasir, minuman manis instan, kue berbasis tepung, dan berbagai produk berbahan dasar terigu.
Beliau menyarankan agar kedua jenis asupan ini dikurangi selama Ramadhan agar tubuh bisa melakukan proses regenerasi secara optimal.
"Itu dua dikurangi selama Ramadhan, dan Anda tahu apa saja produknya yang berhubungan dengan dua itu, tubuh Anda akan regenerate sendiri," terang dr Zaidul Akbar.
Dengan mengurangi lemak trans dan gula olahan, tubuh akan mulai membersihkan patogen serta meningkatkan keseimbangan microbiome, terutama di sistem pencernaan.




