Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Ramadhan bukan hanya momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan emas bagi tubuh untuk melakukan proses pemulihan alami. 

Selama kurang lebih 12–14 jam setiap harinya, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman, sehingga sistem metabolisme memiliki waktu untuk beristirahat sekaligus memperbaiki berbagai fungsi penting di dalam tubuh.

Tak heran jika banyak orang merasa tubuhnya lebih ringan, pikiran lebih jernih, hingga daya tahan tubuh meningkat selama menjalani puasa. 

Namun, manfaat tersebut ternyata tidak otomatis dirasakan semua orang. 

Pola makan saat sahur dan berbuka menjadi penentu utama apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi kesehatan, atau justru sebaliknya.

Ilustrasi puasa Ramadhan
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, puasa memiliki banyak manfaat luar biasa bagi tubuh, di antaranya:

* Membersihkan tubuh
* Meningkatkan daya otak
* Membentuk massa otot jika diiringi olahraga
* Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Namun beliau mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya bisa didapat jika pola makan dijaga dengan baik selama Ramadhan.

"Tapi syaratnya, tidak akan berefek kalau makannya ngawur," tegas dr Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTube SAHABAT Dr.Zaidul Akbar.

Dua “Biang Kerok” yang Harus Dihindari

Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar menyebut ada dua jenis asupan yang sebaiknya dikurangi bahkan dihindari selama bulan Ramadhan.

"Ada dua biang keroknya, trans fat atau lemak trans dan yang kedua gula olahan," ungkapnya.

Lemak trans banyak ditemukan pada makanan olahan seperti gorengan berulang kali pakai minyak, margarin, makanan cepat saji, hingga camilan kemasan. 

Sementara gula olahan biasanya berasal dari gula pasir, minuman manis instan, kue berbasis tepung, dan berbagai produk berbahan dasar terigu.

Beliau menyarankan agar kedua jenis asupan ini dikurangi selama Ramadhan agar tubuh bisa melakukan proses regenerasi secara optimal.

"Itu dua dikurangi selama Ramadhan, dan Anda tahu apa saja produknya yang berhubungan dengan dua itu, tubuh Anda akan regenerate sendiri," terang dr Zaidul Akbar.

Dengan mengurangi lemak trans dan gula olahan, tubuh akan mulai membersihkan patogen serta meningkatkan keseimbangan microbiome, terutama di sistem pencernaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPU Pulau Karya Kepulauan Seribu Dipadati Warga Jelang Puasa
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Marcos Santos Sebut Arema FC Mulai Padu, Siap Tantang Madura United
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PSM Makassar Panggil Ricky Pratama Terkait Dugaan Penganiayaan, Manajemen Hormati Proses Hukum
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.