ALAM semesta kembali menunjukkan sisi misteriusnya yang melampaui imajinasi manusia. Baru-baru ini, data terbaru dari Teleskop James Webb (JWST) memberikan bukti kuat mengenai eksistensi lubang hitam pelarian yang melesat bebas menembus ruang antargalaksi dengan kecepatan fantastis.
Fenomena ini bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Penemuan ini menandai babak baru dalam astronomi modern, di mana objek paling masif di jagat raya ternyata bisa "ditendang" keluar dari rumah galaksinya sendiri.
Statistik Kunci Lubang Hitam PelarianSelama ini, kita mengenal lubang hitam sebagai objek statis yang berada di pusat galaksi. Namun, lubang hitam pelarian adalah pengecualian ekstrem. Objek ini bergerak dengan kecepatan hingga 3.000 kilometer per detik. Sebagai perbandingan, kecepatan ini ribuan kali lebih cepat daripada komet tercepat yang pernah melintasi tata surya kita.
Baca juga : Asal-usul Titan Saturnus: Teori Tabrakan Bulan Purba & Usia Cincin
Keberadaan objek ini pertama kali diprediksi melalui solusi relativitas Einstein oleh matematikawan Roy Kerr pada tahun 1960-an. Kerr menjelaskan bahwa lubang hitam yang berputar menyimpan energi rotasi yang sangat masif, mencapai 29% dari total massanya.
Mekanisme Tendangan Gravitasi: Mengapa Lubang Hitam Bisa Kabur?Bagaimana mungkin objek dengan gravitasi sekuat lubang hitam bisa terlempar? Jawabannya terletak pada peristiwa tabrakan kosmik. Fisikawan Roger Penrose sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa lubang hitam bisa berfungsi seperti baterai raksasa yang melepaskan energi luar biasa saat bergabung.
Ketika dua lubang hitam supermasif bertabrakan, mereka memancarkan gelombang gravitasi. Jika pancaran gelombang ini lebih kuat ke satu arah, lubang hitam hasil penggabungan tersebut akan menerima efek "tendangan" atau recoil. Efek inilah yang mendorongnya keluar dari pusat galaksi dan menjadikannya pengembara antarbintang.
Baca juga : Teleskop SPHEREx NASA Temukan Molekul Organik di Komet Antarbintang 3I/ATLAS
Temuan James Webb: Jejak Bintang Sepanjang 200.000 Tahun CahayaBukti paling nyata ditemukan oleh tim astronom yang dipimpin oleh Pieter van Dokkum dari Universitas Yale. Menggunakan data James Webb, mereka mengidentifikasi garis lurus misterius di luar angkasa yang ternyata merupakan bekas lintasan lubang hitam.
Karakteristik Jejak Lubang Hitam Pelarian:- Panjang Lintasan: Mencapai 200.000 tahun cahaya (dua kali lebar galaksi Bima Sakti).
- Massa Objek: Diperkirakan 10 juta kali massa Matahari.
- Kecepatan: Melesat hampir 1.000 kilometer per detik.
- Efek Fisik: Gravitasinya menekan gas antarbintang, memicu lahirnya bintang-bintang baru di sepanjang jalurnya.
Selain temuan van Dokkum, observasi pada galaksi NGC 3627 juga menunjukkan jejak serupa sepanjang 25.000 tahun cahaya yang disebabkan oleh lubang hitam bermassa 2 juta kali Matahari.
Apakah Fenomena Ini Berbahaya bagi Bumi?Meskipun terdengar mengerikan, para ilmuwan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Ruang angkasa sangatlah luas, dan kemungkinan lubang hitam pelarian melintas cukup dekat untuk mengganggu Tata Surya sangatlah kecil.
Penemuan ini lebih berfungsi sebagai pengingat akan dinamisnya alam semesta. Lubang hitam kini tidak hanya dianggap sebagai pemakan materi, tetapi juga sebagai entitas yang mampu menciptakan struktur baru di ruang hampa melalui perjalanannya yang luar biasa.
FAQ: People Also Ask
Apakah lubang hitam pelarian bisa dilihat dengan mata telanjang?
Tidak. Lubang hitam sendiri tidak memancarkan cahaya. Kita hanya bisa melihat dampaknya, seperti jejak bintang yang terbentuk di belakangnya atau gangguan gravitasi pada objek sekitarnya.
Apa perbedaan lubang hitam pelarian dengan lubang hitam biasa?
Lubang hitam biasa umumnya berada di pusat galaksi (supermasif) atau diam di tempat bekas ledakan bintang. Lubang hitam pelarian bergerak dengan kecepatan tinggi melintasi ruang antargalaksi.
(Live Science, NASA James Webb Data Analysis 2026/H-3)





