BANDA ACEH, KOMPAS.TV - Kepala Desa Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, mengungkap masyarakat di daerah yang dipimpinnya berharap pemerintah membantu normalisasi sungai dan desa.
"Yang sangat kami inginkan adalah untuk menormalisasi sungai kami, Sungai Meureudu, dan menormalisasi kampung kami," ujarnya di Pidie Jaya, Selasa (17/2/2026), dipantau dari program Kompas Malam KompasTV.
Ia mengungkapkan banjir sudah terjadi lagi di daerah tersebut karena sungai yang belum normal.
"Kemarin kalau nggak salah dua hari yang lalu sudah naik banjir lagi, akibat banjir di sungai langsung naik ke tempat desa kami," ungkapnya.
Oleh karena itu, Abdul mengatakan, warga berharap ada bantuan alat berat supaya normalisasi desa bisa secepatnya dilakukan.
"Masyarakat kami yang sebenarnya sangat bosan sudah di tempat pengungsian, ingin sekali kembali ke rumah, tetapi karena kondisi masih tertimbun sampai sekarang masih belum bisa kembali ke rumah," ucapnya.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan pada 17 Februari 2026, Menag Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Perbedaan
Sampai saat ini, warga yang ada di pengungsian berkisar kurang lebih 500 jiwa.
Meskipun dalam kondisi belum pulih setelah terjadinya bencana akhir November 2025 lalu, Abdul mengatakan, masyarakat di daerah itu tetap antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadan tahun ini.
"Kalau masyarakat kita ini walaupun dalam keadaan seperti ini, tetapi masih sangat bersemangat untuk menyambut bulan suci Ramadan walaupun mereka di dalam tempat pengungsian," ungkapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- ramadan
- pengungsian
- ramadan di pengungsian
- pidie jaya
- aceh
- ramadan 2026





